Contoh sistem bermain sepak bola
4-4-2
Pertahanan terdiri dari dua pusat dan dua fasia eksternal. Salah satu inti harus memimpin kemajuan simultan garis pertahanan. Garis pertahanan dapat diselenggarakan dengan bola di luar, dengan satu atau dua baris cakupan dan dengan pusat bola. Dalam kedua kasus, cakupan adalah saluran.
Gelandang dapat digunakan in-line atau berlian, dengan salah satu yang paling terbelakang dan dua lainnya dikerahkan stasiun di belakang striker.
5-3-2
Dalam kasus zona 5-3-2 dengan menandai pembela kuat penyerang lawan di bidang keahlian mereka. Bagian luar pertahanan dapat menjadi seperempat lini tengah (di bawah kepemilikan), atau mendukung dari lini tengah.
Pertahanan dengan campuran yang kuat di tengah tanda mengambil alih pria tips lawan. Menandai dapat diperbaiki atau pertukaran menandai setengah mereka sendiri dari lapangan (tengah kanan atau kiri tengah). Central pertahanan memiliki fungsi liberalisme klasik, selalu sedikit makmur dibanding dengan para pembela yang harus menandai. Bagian luar pertahanan harus pengiriman penyerang dan eksternal, pada kepemilikan bola, menyerang panggul.
Gelandang dapat diatur dengan pusat paling belakang atau lebih maju daripada sesama departemen. Pilihan menentukan cakupan atau lebih banyak kemampuan ofensif.
Penyerang harus membantu mereka sendiri di luar gelandang.
Zona 3-4-3 pertahanan yang kuat
Dengan hanya tiga pemain di zona pertahanan merupakan wilayah pertahanan yang lebih besar untuk mengelola, tapi tugas tetap tidak berubah dibandingkan dengan pertahanan 4.
Selama cakupan, industri pertahanan dibantu oleh gelandang eksternal atau gelandang yang sesuai di garis pertahanan.
Para pemain tengah dikerahkan di lapangan tengah seperti 4-4-2.
Para penyerang, pada gilirannya, harus membantu lapangan tengah menjadi non-kepemilikan bola.
Kamis, 15 Oktober 2009
Cara melawan taktik offside
Taktik telah menjadi defensif dan bahkan offside senjata ofensif strategis sangat penting.
Kami mengevaluasi pro dan kontra dari pola ini bermain, mencoba mengetahui kapan akan lebih mudah dan menerapkan cara-cara untuk menanggapi.
Umumnya bebas mengendalikan offside, menjadi orang terakhir di pertahanan memiliki pandangan total tindakan berlangsung. Seorang guru besar Franco Baresi besar.
Biasanya offside berlaku setelah menolak pembelaan yang telah ditekan ke dalam daerah hukuman sebagai akibat dari tindakan musuh, dari tendangan sudut atau hukuman.
Ketika bola dikirim kembali luar daerah, yang paling penting adalah bahwa setidaknya dua pemain yang biasanya gelandang dan penyerang, kami avventino lawan yang datang ke dalam kepemilikan bola untuk tidak mencoba menggiring bola. Salah satu bahaya terbesar ketika menerapkan perangkap offside adalah bahwa sebagian advokat, daripada membawa maju terus untuk menandai suaminya sambil bermain semua lawan sekarang bebas dari segala tanda-tanda.
Penjaga gawang dalam taktik ini memainkan peran. Ketika klub ayunan ke depan, penjaga gawang harus meninggalkan kutub dan menjadi pembebas dari tim dan dalam kasus-kasus ekstrem juga harus melakukan handball di luar daerah atau memblokir lawan.
Ketika pemain yang terus menekan lawan yang datang ke dalam kepemilikan bola berhasil carpiglierla, ketika seluruh tim lawan keseimbangan ke depan, ada kemungkinan mengembangkan serangan balik yang efektif, karena keunggulan numerik di lapangan tengah.
Bagaimana cara membatalkan efektivitas taktik ini? Pertama dari semua pemogok untuk kembali segera. Mengamati tiga pola, juga di samping, untuk menjelaskan tindakan.
Skema 1 punggung akhir: pada rebound dari bola lawan tiba di No 5 yang memungkinkan No 9, 10 dan 8 kembali dari offside dan sedang ditekan oleh lawan memainkan bola kembali di No 6. Sementara itu, dua punggung penuh lompatan pada sayap untuk menerima bagian dari No 6 bahwa dengan salib scavalcherà penghalang pemain yang Paravano pertemuan.
Skema 2 bank: bola akhirnya ditolak pada Nomor 4 yang mampu mengendalikannya, sedangkan angka 5 jatuh di lapangan tengah dan bergabung dengan dinding untuk bertindak sebagai rekan satu timnya lewat bola dan melompat maju untuk meminta kembali niat pertama lulus. Dengan permainan, yang No 4 kecuali diblokir saat, tanpa kepemilikan bola lewat di antara lawan, akan melewati garis pembela tim yang berlomba-lomba dalam arah yang berlawanan.
Skema 3 override Pertahanan: Ini adalah dimainkan oleh majikan. Para Nomor 10 datang ke kepemilikan bola dan ketika lawan membentaknya, membuat lob untuk memotong ke depan untuk dirinya sendiri.
Kami mengevaluasi pro dan kontra dari pola ini bermain, mencoba mengetahui kapan akan lebih mudah dan menerapkan cara-cara untuk menanggapi.
Umumnya bebas mengendalikan offside, menjadi orang terakhir di pertahanan memiliki pandangan total tindakan berlangsung. Seorang guru besar Franco Baresi besar.
Biasanya offside berlaku setelah menolak pembelaan yang telah ditekan ke dalam daerah hukuman sebagai akibat dari tindakan musuh, dari tendangan sudut atau hukuman.
Ketika bola dikirim kembali luar daerah, yang paling penting adalah bahwa setidaknya dua pemain yang biasanya gelandang dan penyerang, kami avventino lawan yang datang ke dalam kepemilikan bola untuk tidak mencoba menggiring bola. Salah satu bahaya terbesar ketika menerapkan perangkap offside adalah bahwa sebagian advokat, daripada membawa maju terus untuk menandai suaminya sambil bermain semua lawan sekarang bebas dari segala tanda-tanda.
Penjaga gawang dalam taktik ini memainkan peran. Ketika klub ayunan ke depan, penjaga gawang harus meninggalkan kutub dan menjadi pembebas dari tim dan dalam kasus-kasus ekstrem juga harus melakukan handball di luar daerah atau memblokir lawan.
Ketika pemain yang terus menekan lawan yang datang ke dalam kepemilikan bola berhasil carpiglierla, ketika seluruh tim lawan keseimbangan ke depan, ada kemungkinan mengembangkan serangan balik yang efektif, karena keunggulan numerik di lapangan tengah.
Bagaimana cara membatalkan efektivitas taktik ini? Pertama dari semua pemogok untuk kembali segera. Mengamati tiga pola, juga di samping, untuk menjelaskan tindakan.
Skema 1 punggung akhir: pada rebound dari bola lawan tiba di No 5 yang memungkinkan No 9, 10 dan 8 kembali dari offside dan sedang ditekan oleh lawan memainkan bola kembali di No 6. Sementara itu, dua punggung penuh lompatan pada sayap untuk menerima bagian dari No 6 bahwa dengan salib scavalcherà penghalang pemain yang Paravano pertemuan.
Skema 2 bank: bola akhirnya ditolak pada Nomor 4 yang mampu mengendalikannya, sedangkan angka 5 jatuh di lapangan tengah dan bergabung dengan dinding untuk bertindak sebagai rekan satu timnya lewat bola dan melompat maju untuk meminta kembali niat pertama lulus. Dengan permainan, yang No 4 kecuali diblokir saat, tanpa kepemilikan bola lewat di antara lawan, akan melewati garis pembela tim yang berlomba-lomba dalam arah yang berlawanan.
Skema 3 override Pertahanan: Ini adalah dimainkan oleh majikan. Para Nomor 10 datang ke kepemilikan bola dan ketika lawan membentaknya, membuat lob untuk memotong ke depan untuk dirinya sendiri.
Panduan Mencari atau Menilai Asisten manager, Coach, Scout dan Physio
Ini adalah panduan cara melihat atribut penting tiap jenis staff dari Asisten, Coach, Scout dan Physio. Hal apa saja yang harus dilihat dalam menilai seorang staff agar kinerja tim anda bisa optimal.
Coach
• First Team Coach (hanya melatih tim utama)
• Coach (melatih tim utama dan junior)
• Youth Coach (hanya melatih tim junior)
• Fitness Coach (pelatih fisik): Lihat tabel -Strength dan Aerobic
• Goalkeeper Coach (pelatih kiper) Lihat tabel -Goalkeeping
Atribut Penting Mental:
Adaptability – Ini penting jika anda memakai pelatih luar negeri, diluar negara tempat liga klub anda.
Motivating - Pemain akan lebih semangat dalam latihan jika atribut ini tinggi.
Level of Discipline – Mendisiplinkan pemain, membuat mereka lebih fokus latihan.
Working with Youngsters – Ini atribut sangat penting bagi Youth Coach, penting juga jika tim utama anda banyak pemain mudanya.
Man Handling – Menangani karakter bermacam pemain dengan baik
Atribut Penting Teknis:
Misalnya seorang pelatih mempunyai kemampuan technique=18, mental 17, attacking 19 - maka ia dapat melatih set pieces dengan baik sekali (7 bintang). Untuk lainnya bisa dilihat di tabel berikut:
Penempatan Coach (Pelatih) Dalam Training
Goalkeeping GK >= 18
Strength Fitness >= 18
Aerobic Fitness >= 18
Tactics Tactical >= 18
Defending Defending = 18 & Tactical>= 18 atau
Defending = 19 & Tactical>= 14 atau
Defending = 20 & Tactical>= 10
Ball Control Technique = 18 & Mental>= 18 atau
Technique = 19 & Mental>= 14 atau
Technique = 20 & Mental>= 10
Attacking Attacking = 18 & Tactical >= 18 atau
Attacking = 19 & Tactical >= 14 atau
Attacking = 20 & Tactical >= 10
Shooting Attacking = 18 & Technical>= 18 atau
Attacking = 19 & Technical>= 14 atau
Attacking = 20 & Technical>= 10
Set Pieces Technique = 17 & Mental + Attacking >= 39 atau
Technique = 18 & Mental + Attacking >= 36 atau
Technique = 19 & Mental + Attacking >= 33 atau
Technique = 20 & Mental + Attacking >= 30
Assistant Manager
Asisten Manager tidak harus mempunyai skill seperti seorang coach seperti diatas, namun jika ia mempunyai skill yang baik sekali sebagai coach, maka ini benar-benar anugerah karena ia bisa ikut membantu training tim anda.
Atribut Utama
Judging Player Ability – Ini penting jika anda memintanya laporan tim atau laporan per-pemain.
Tactical Knowledge – Penting jika anda menugaskannya menangani tim reserve.
Working with Youngsters – Penting jika anda menugaskannya menangani tim junior (U18).
Man Handling – Ia akan memberikan masukan yang baik jika ada pemain yang bermasalah.
Motivating + Level Discipline – memberi masukan yang baik saat team talk (jeda turun minum pertandingan).
Atribut Pendukung
Keahlian sebagai Coach (sama seperti atribut Coach di atas).
Scout
Atribut Utama
Judging Player Ability - Kemampuan melihat skill pemain saat sekarang
Judging Potential Ability - Kemampuan melihat potensi skill pemain, kemampuan pemain pada nantinya (ini penting jika anda suka menggunakan pemain muda).
Atribut Pendukung
Adaptability – Jika anda mengirimkan seorang scout dengan adaptasi tinggi ke negara lain, maka scout tersebut akan lebih cepat menjelajahi negara tersebut.
Determination – Keinginan keras untuk menemukan lebih banyak pemain.
Tactical Knowledge – Ini penting jika anda menugaskan seorang scout untuk ‘Scouting Next Opposition' (Mengintip calon lawan), laporan scout yang mempunyai tactical knowledge tinggi akan lebih lengkap.
Physios
Atribut Utama
Physiotherapy – Ini adalah yang paling penting, jika tidak, seorang physio tidak ada gunanya.
Atribut Pendukung
Level of Discipline – Mengawasi pemain yang cedera agar tidak semakin memburuk kondisi fisiknya akibat ketidak disiplinan sang pemain.
Motivating – Memotivasi pemain yang cedera agar mempercepat kesembuhan.
Man Handling – Physio yang bisa menangani karakter tiap pemain dengan baik, bisa mempercepat kesembuhan.
Ini adalah panduan cara melihat atribut penting tiap jenis staff dari Asisten, Coach, Scout dan Physio. Hal apa saja yang harus dilihat dalam menilai seorang staff agar kinerja tim anda bisa optimal.
Coach
• First Team Coach (hanya melatih tim utama)
• Coach (melatih tim utama dan junior)
• Youth Coach (hanya melatih tim junior)
• Fitness Coach (pelatih fisik): Lihat tabel -Strength dan Aerobic
• Goalkeeper Coach (pelatih kiper) Lihat tabel -Goalkeeping
Atribut Penting Mental:
Adaptability – Ini penting jika anda memakai pelatih luar negeri, diluar negara tempat liga klub anda.
Motivating - Pemain akan lebih semangat dalam latihan jika atribut ini tinggi.
Level of Discipline – Mendisiplinkan pemain, membuat mereka lebih fokus latihan.
Working with Youngsters – Ini atribut sangat penting bagi Youth Coach, penting juga jika tim utama anda banyak pemain mudanya.
Man Handling – Menangani karakter bermacam pemain dengan baik
Atribut Penting Teknis:
Misalnya seorang pelatih mempunyai kemampuan technique=18, mental 17, attacking 19 - maka ia dapat melatih set pieces dengan baik sekali (7 bintang). Untuk lainnya bisa dilihat di tabel berikut:
Penempatan Coach (Pelatih) Dalam Training
Goalkeeping GK >= 18
Strength Fitness >= 18
Aerobic Fitness >= 18
Tactics Tactical >= 18
Defending Defending = 18 & Tactical>= 18 atau
Defending = 19 & Tactical>= 14 atau
Defending = 20 & Tactical>= 10
Ball Control Technique = 18 & Mental>= 18 atau
Technique = 19 & Mental>= 14 atau
Technique = 20 & Mental>= 10
Attacking Attacking = 18 & Tactical >= 18 atau
Attacking = 19 & Tactical >= 14 atau
Attacking = 20 & Tactical >= 10
Shooting Attacking = 18 & Technical>= 18 atau
Attacking = 19 & Technical>= 14 atau
Attacking = 20 & Technical>= 10
Set Pieces Technique = 17 & Mental + Attacking >= 39 atau
Technique = 18 & Mental + Attacking >= 36 atau
Technique = 19 & Mental + Attacking >= 33 atau
Technique = 20 & Mental + Attacking >= 30
Assistant Manager
Asisten Manager tidak harus mempunyai skill seperti seorang coach seperti diatas, namun jika ia mempunyai skill yang baik sekali sebagai coach, maka ini benar-benar anugerah karena ia bisa ikut membantu training tim anda.
Atribut Utama
Judging Player Ability – Ini penting jika anda memintanya laporan tim atau laporan per-pemain.
Tactical Knowledge – Penting jika anda menugaskannya menangani tim reserve.
Working with Youngsters – Penting jika anda menugaskannya menangani tim junior (U18).
Man Handling – Ia akan memberikan masukan yang baik jika ada pemain yang bermasalah.
Motivating + Level Discipline – memberi masukan yang baik saat team talk (jeda turun minum pertandingan).
Atribut Pendukung
Keahlian sebagai Coach (sama seperti atribut Coach di atas).
Scout
Atribut Utama
Judging Player Ability - Kemampuan melihat skill pemain saat sekarang
Judging Potential Ability - Kemampuan melihat potensi skill pemain, kemampuan pemain pada nantinya (ini penting jika anda suka menggunakan pemain muda).
Atribut Pendukung
Adaptability – Jika anda mengirimkan seorang scout dengan adaptasi tinggi ke negara lain, maka scout tersebut akan lebih cepat menjelajahi negara tersebut.
Determination – Keinginan keras untuk menemukan lebih banyak pemain.
Tactical Knowledge – Ini penting jika anda menugaskan seorang scout untuk ‘Scouting Next Opposition' (Mengintip calon lawan), laporan scout yang mempunyai tactical knowledge tinggi akan lebih lengkap.
Physios
Atribut Utama
Physiotherapy – Ini adalah yang paling penting, jika tidak, seorang physio tidak ada gunanya.
Atribut Pendukung
Level of Discipline – Mengawasi pemain yang cedera agar tidak semakin memburuk kondisi fisiknya akibat ketidak disiplinan sang pemain.
Motivating – Memotivasi pemain yang cedera agar mempercepat kesembuhan.
Man Handling – Physio yang bisa menangani karakter tiap pemain dengan baik, bisa mempercepat kesembuhan.
Rabu, 14 Oktober 2009
FORMASI 4-3-3
Pergerakan pertahanan 4-3-3 "untuk menekan bola dan menutupi ruang." Pembela empat, berbaris di sepanjang garis besar sebuah sabit, tetapi dua di luar jauh lebih rentan untuk menjadi ofensif ke defensif. Dari gelandang, Central adalah pusat dari seluruh manuver, sementara sisi buffer menggiling mil ke permainan lawan, tetapi terutama untuk menciptakan keunggulan numerik pada sayap, dan berkolaborasi dengan penuh kembali dan striker. " Cabang pemain ofensif harus cepat dan teknisi, selalu siap untuk mencetak gol memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan oleh skema Zeman, tidak ada satu tindakan untuk menyerang finalizer "tergantung pada situasi yang dibuat di tempat" tanpa lupa untuk datang kembali untuk menutupi di lapangan tengah ketika bola di tangan ke lawan, dalam gerakan defensif sebenarnya posisi dari sisi penyerang "tergantung pada lokasi bola." Sebuah dinamis sepak bola, kemudian, tanpa meninggalkan apa pun untuk kesempatan, di mana organisasi mendominasi pada improvisasi, karena merupakan salah satu hal yang batu tulis, dan lainnya adalah lapangan.
FORMASI 4-4-2
Arrigo Sacchi adalah pelatih yang telah mengembangkan bentuk ini, sepanjang konsep taktis, yang sama sekali baru bagi Italia pada waktu itu, sebagai bidang pertahanan, tekanan, dan offside. Setelah dua baris empat pemain di depan pintu dan mereka memungkinkan penggunaan rasional ruang dan, karenanya, menjamin pertahanan keamanan. Untuk ini harus ditambahkan bahwa 4-4-2 adalah cara sederhana untuk bermain didasarkan pada torsi sync mudah diterapkan.
TAKTIS
Taktik dalam permainan sepakbola bisa baik kolektif dan individu. Taktik kolektif dan terkoordinasi antara dua atau lebih pemain, yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu di muka. Masing-masing taktik: adalah semua trik dan gerakan dengan kinerja kita yang berguna dan ekonomis. Taktik ini dilakukan secara otonom oleh masing-masing pemain dari permainan. Setiap pemain harus menjadi penulis rencana taktis. Setiap orang bertanggung jawab dan karenanya memiliki kebebasan keputusan dalam hal cara, waktu, ruang, pilihan, eksekusi, sementara memperhitungkan gerakan orang lain. Sadarilah bahwa tanpa teknik tidak bisa melakukan taktik. Jadi anak-anak atau orang dewasa amatir, harus diinstruksikan pada teknik. Anda tidak dapat mengajar sebuah gambar atau mempelajari gerakan-gerakan taktis preordered jika Anda tidak mampu menangani bola. Yang ideal adalah bahwa seorang pemain yang memiliki teknis yang tepat dan cepat kecepatan eksekusi dipasangkan dengan berulang-ulang, dimasukkan ke dalam permainan aksi, dengan cepat dan kemampuan beragam keputusan taktis. Waktu adalah kunci untuk bermain sepak bola. Menjalankan waktu atau ditandai, waktu untuk terbang mengubah waktu ... dll .. Tugas manajer harus ditujukan untuk meningkatkan waktu permainan, bukan pasif di pihak pemain, skema preordered dan waktu periode. Sepak bola adalah olahraga situasi, orang tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi selama pertandingan, dan pelatih para pemain untuk membiasakan untuk pengambilan keputusan dalam suatu sistem otonomi jelas bagi semua. Kita dapat membagi pertandingan sepak bola pada dasarnya berbeda dalam dua bagian: bagian fase kepemilikan (tim saya memiliki bola, terlepas dari posisi lapangan dan pemain) tidak fase kepemilikan (tim lawan memiliki bola, terlepas dari lokasi lapangan dan pemain) dalam taktik individu ditahan bola, pemain harus tahu: The ditandai: dalam cahaya zona (area di mana Anda dapat menerima bola); diagonal pertahanan dan perlindungan dari bola pada setiap resepsi aku harus membuat tubuh untuk melindungi bola, selalu pergi dalam melawan bola, selalu akan jatuh pada bola yang dikirim dari Passage: ketepatan menentukan keuntungan atas bola berjalan lebih cepat, lebih lama melebihi lawan sekaligus; hasil dalam konsumsi energi yang lebih kecil panduan bola, menggiring dan menembak pintu palsu dalam tahap tidak memiliki, harus tahu: Posisi kertas: di diagonal untuk bola, kembali ke pintu Maret: seorang laki-laki (posisi ditentukan oleh lawan ) ke daerah (posisi ditentukan oleh bola) mencegat dan / atau advance: konflik langsung, tidak langsung konflik (menempatkan lawan dalam bayang-bayang) Pertahanan pintu untuk membela kiper dalam pidato-pidatonya, tidak berubah menjadi kesempatan untuk mungkin lawan tembakan, menutup pintu dengan tubuhnya, tidak menghalangi kiper sendiri Prinsip-prinsip permainan kolektif pada penguasaan bola adalah: mengejutkan: pemain tidak boleh dalam antrean, tetapi harus bentuk segitiga antara mereka. Jangkauan: atau kedalaman dan vertikalitas. Kami tiba sesegera mungkin di sekitar penalti lawan, berada di zona bahaya bagi lawan dan dihapus dari bahaya ini ke tim kami. Width: mengeksploitasi lebar penuh lapangan untuk menciptakan ruang yang berguna dan membuka link dalam pertahanan lawan mobilitas atau gerakan: permainan sepak bola sedang bergerak. Penciptaan ruang gerak ditentukan oleh individu yang tidak dapat diramalkan: Setiap situasi harus dibuat tak terduga untuk lawan, bahkan jika berulang-ulang, melalui palsu dll ... Prinsip-prinsip dipertaruhkan tidak memiliki: Spread: Anda harus menempatkan diri mereka sehingga mengencangkan sebanyak mungkin lapangan terbuka untuk lawan-lawannya. Terhuyung juga berarti mampu menutupi satu sama lain dalam pasangan. Tertunda tindakan: tindakan untuk mengubah jadwal permainan lawan, buang-buang waktu di tim lawan di kedalaman, atau membatasi waktu permainan. Dapat dilaksanakan melalui dua sikap yang berbeda: penundaan, menekan dan offside Konsentrasi: terkait dengan lokasi di lapangan. Pertahanan harus diposisikan sehingga untuk mempertahankan zona bahaya dengan lebih banyak unsur-unsur dari lapangan, yang berada di luar pintu kita. Saldo: mempertahankan kemampuan untuk menutup satu sama lain sepanjang waktu kontrol dan batasan-batasan: tidak menarik bola, tapi menghormati ruang pertahanan di depan pintu kami. Menganalisis beberapa istilah yang digunakan dalam sepak bola, maknanya adalah: prinsip taktik atau strategi: ini adalah pilihan yang ingin Anda menerapkan mengingat satu ras. Menekan: dapat defensif atau rendah, sedang, atau menyinggung, menghina atau ultra tinggi. Ini 'mungkin taktik untuk memenangkan kembali bola bersama, yang menyebabkan tekanan. Tekanan adalah sebuah tindakan yang diterapkan teknik (peralatan taktis), yang bertujuan untuk membatasi waktu dan ruang untuk pemegang bola lawan. Permainan luar adalah hasil dari menekan, sebagai tim drive ke bola ke arah pemain bola terdekat untuk membatasi waktu dan ruang untuk musuh. Persimpangan dan tumpang tindih persimpangan adalah tindakan seorang individu tanpa melibatkan taktik bola perubahan dalam posisi, berlari melalui persilangan antara dua sahabat. Hal ini digunakan terutama dalam produksi serangan untuk menghemat ruang. Yang tumpang tindih berjalan di belakang seorang kawan yang mengirim bola melewatinya dalam upaya untuk ruang depan atau numerik superioritas. Kepemilikan adalah suatu tindakan taktik departemen atau tim, melalui yang berusaha untuk membebaskan ruang untuk lawan. Dilakukan melalui serangkaian langkah-langkah sederhana, mencoba untuk lari melintasi lebar lapangan bola. Dukungan atau dukungan: untuk pergi dekat dengan rekan kerja yang memiliki, dalam rangka untuk melaksanakan tindakan kepemilikan atau serangan. Keunggulan numerik adalah suatu kondisi yang dicari oleh setiap tindakan taktis permainan, sebagai lawan dari lawan, karena gerakan konstan selaras dalam ruang dan waktu.
topskor U-14
TOPS KOR
3 Goal Andri (no.10) MC Utama
3 Goal Bondan (no.8) Kamerun
2 Goal Habibi (no.11) Garuda Putra
2 Goal Ikrom (no.13) MC Utama
2 Goal Novan (no.17) Bina Taruna
2 Goal Esa (no.15) Tunas patriot
1 Goal Usep (no.6) Garuda Putra
1 Goal Leo (no.26) Garuda Putra
1 Goal Regie (no.17) MC Utama
1 Goal Barry (no.8) MC Utama
1 Goal Satrio (no.6) Tunas Patriot
1 Goal Raka (no.7) Tunas Patriot
1 Goal Aji (no.17) Tunas patriot
1 Goal Andian (no.11) Tunas Patriot
1 Goal Patri N (no.15) Bina Taruna
1 Goal Subakir (no.18) Bina Taruna
1 Goal Dimas (no. 7) Bina Taruna
1 Goal Ajat (no.9) Bina Taruna
3 Goal Andri (no.10) MC Utama
3 Goal Bondan (no.8) Kamerun
2 Goal Habibi (no.11) Garuda Putra
2 Goal Ikrom (no.13) MC Utama
2 Goal Novan (no.17) Bina Taruna
2 Goal Esa (no.15) Tunas patriot
1 Goal Usep (no.6) Garuda Putra
1 Goal Leo (no.26) Garuda Putra
1 Goal Regie (no.17) MC Utama
1 Goal Barry (no.8) MC Utama
1 Goal Satrio (no.6) Tunas Patriot
1 Goal Raka (no.7) Tunas Patriot
1 Goal Aji (no.17) Tunas patriot
1 Goal Andian (no.11) Tunas Patriot
1 Goal Patri N (no.15) Bina Taruna
1 Goal Subakir (no.18) Bina Taruna
1 Goal Dimas (no. 7) Bina Taruna
1 Goal Ajat (no.9) Bina Taruna
GRUP A MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
GARUDA PUTRA 2 1 0 1 4 0 4
NUSANTARA 2 0 2 0 0 10 0
TUNAS PATRIOT A 2 1 3 1 6 0 4
GRUP B MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
MAHASISWA 2 0 2 0 1 4 0
PATRIOT B 2 1 1 0 2 4 3
BINA TARUNA 2 2 0 0 6 0 6
GRUP C MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
MC UTAMA 2 2 0 0 7 0 6
KAMERUN 2 1 1 0 3 6 3
FAMILY 2 0 2 0 0 4 0
GARUDA PUTRA 2 1 0 1 4 0 4
NUSANTARA 2 0 2 0 0 10 0
TUNAS PATRIOT A 2 1 3 1 6 0 4
GRUP B MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
MAHASISWA 2 0 2 0 1 4 0
PATRIOT B 2 1 1 0 2 4 3
BINA TARUNA 2 2 0 0 6 0 6
GRUP C MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
MC UTAMA 2 2 0 0 7 0 6
KAMERUN 2 1 1 0 3 6 3
FAMILY 2 0 2 0 0 4 0
festival u-14
GRUP A GARUDA PUTRA NUSANTARA TUNAS PATRIOT - A
GARUDA PUTRA 4 - 0 0 - 0
NUSANTARA 0 - 4 0 - 6
TUNAS PATRIOT - A 0 - 0 6 - 0
GRUP B MAHASISWA TUNAS PATRIOT B BINA TARUNA
MAHASISWA 1 - 2 0 - 2
TUNAS PATRIOT B 2 - 1 0 - 4
BINA TARUNA 2 - 0 4 - 0
GRUP C MC UTAMA KAMERUN FAMILY
MC UTAMA 6 - 0 1 - 0
KAMERUN 0 - 6 3 - 0
FAMILY 0 - 1 0-3
SEMIFINAL
JUARA GRUP A : TUNAS PATRIOT A
VS
JUARA GRUP C : MC UTAMA
RUNNER UP TERBAIK : GARUDA PUTRA
VS
JUARA GRUP B : BINA TARUNA
GARUDA PUTRA 4 - 0 0 - 0
NUSANTARA 0 - 4 0 - 6
TUNAS PATRIOT - A 0 - 0 6 - 0
GRUP B MAHASISWA TUNAS PATRIOT B BINA TARUNA
MAHASISWA 1 - 2 0 - 2
TUNAS PATRIOT B 2 - 1 0 - 4
BINA TARUNA 2 - 0 4 - 0
GRUP C MC UTAMA KAMERUN FAMILY
MC UTAMA 6 - 0 1 - 0
KAMERUN 0 - 6 3 - 0
FAMILY 0 - 1 0-3
SEMIFINAL
JUARA GRUP A : TUNAS PATRIOT A
VS
JUARA GRUP C : MC UTAMA
RUNNER UP TERBAIK : GARUDA PUTRA
VS
JUARA GRUP B : BINA TARUNA
Senin, 31 Agustus 2009
GRUP A TUNAS JAYANTI PELAJAR DKI BITUNG JAYA PERSIRA RAJEG
TUNAS JAYANTI 0-1 0-1 0-2
PELAJAR DKI 1-0 1-0 3-0
BITUNG JAYA 2-0 0-1 0-3
PERSIRA RAJEG 3-0 0-3 2 -0
GRUP B FASTE BUNDER TALENTA PRM KLENDER
FASTE 2-1 2-0 9-0
BUNDER 1-2 6-0 3-0
TALENTA 0-2 0-6
PRM KLENDER 0-9 0-3
HASIL PERTANDINGAN
TUNAS JAYANTI 0 VS 1 PELAJAR DKI (GRUP A)
FASTE 2 VS 0 BUNDER (GRUP B)
BITUNG JAYA 0 VS 2 PERSIRA RAJEG (GRUP B)
TALENTA VS PRM KLENDER (GRUP A) Tidak dipertandingkan
TUNAS JAYANTI 0 VS 1 BITUNG JAYA (GRUP A)
FASTE 2 VS 0 TALENTA (GRUP B)
PELAJAR DKI 3 VS 0 PERSIRA RAJEG (GRUP B)
BUNDER 3 VS 0 PRM KLENDER (GRUP A)
TUNAS JAYANTI 0 VS 3 PERSIRA RAJEG (GRUP B)
FASTE 9 VS 0 PRM KLENDER (GRUP A)
PELAJAR DKI 1 VS 0 BITUNG JAYA (GRUP A)
BUNDER 6 VS 0 TALENTA
TOPS KOR SEMENTARA
5= Hari .8 (FASTE)
2 = BANNIE NO.9 (PEMUDA JAYA)
2= NO.21 (ARCICI)
2 = ARDIANSYAH 9 (LAROSE)
2 = 10 (NUSANTARA)
1 = USMAN NO.13 (PEMUDA JAYA)
1 = NO.7 (PEMUDA JAYA)
3 = RAMADHAN 10 (PEMUDA JAYA)
1 = CHAKTI NO.17 (PELAJAR)
1 = IMAM NO.15 (PELAJAR)
1 = ARY NO.3 (PELAJAR)
1= ARISANDI NO.7 (PELAJAR)
1= NO.11 (PELAJAR)
1= NO.8 (PELAJAR)
1= NO.16 (PELAJAR)
1= RIO NO.9 (ARCICI)
1= AGUS NO.12 (ARCICI)
1 = FIKRI NO.8 (ARCICI)
1 = NO.8 (LAROSE)
1 = NO.19(LAROSE)
1 = YANA 50 (KEP SERIBU). 1 = YUSUF 11 (KEP SERIBU)
GRUP A MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
TUNAS JAYANTI 3 0 3 0 0 4 0
PELAJAR DKI 3 3 0 0 5 0 9
BITUNG JAYA 3 1 2 0 2 4 3
PERSIRA RAJEG 3 2 1 0 5 3 6
GRUP B MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
FASTE 3 3 0 0 13 1 9
BUNDER 3 2 1 1 10 0 6
TALENTA 2 0 2 0 0 8 0
PRM KLENDER 2 0 2 0 0 12 0
19 JULI 2009
SEMIFINAL
PELAJAR DKI VS BUNDER JUNIOR FC
PERSIRA RAJEG VS FC FASTE
FINAL
TUNAS JAYANTI 0-1 0-1 0-2
PELAJAR DKI 1-0 1-0 3-0
BITUNG JAYA 2-0 0-1 0-3
PERSIRA RAJEG 3-0 0-3 2 -0
GRUP B FASTE BUNDER TALENTA PRM KLENDER
FASTE 2-1 2-0 9-0
BUNDER 1-2 6-0 3-0
TALENTA 0-2 0-6
PRM KLENDER 0-9 0-3
HASIL PERTANDINGAN
TUNAS JAYANTI 0 VS 1 PELAJAR DKI (GRUP A)
FASTE 2 VS 0 BUNDER (GRUP B)
BITUNG JAYA 0 VS 2 PERSIRA RAJEG (GRUP B)
TALENTA VS PRM KLENDER (GRUP A) Tidak dipertandingkan
TUNAS JAYANTI 0 VS 1 BITUNG JAYA (GRUP A)
FASTE 2 VS 0 TALENTA (GRUP B)
PELAJAR DKI 3 VS 0 PERSIRA RAJEG (GRUP B)
BUNDER 3 VS 0 PRM KLENDER (GRUP A)
TUNAS JAYANTI 0 VS 3 PERSIRA RAJEG (GRUP B)
FASTE 9 VS 0 PRM KLENDER (GRUP A)
PELAJAR DKI 1 VS 0 BITUNG JAYA (GRUP A)
BUNDER 6 VS 0 TALENTA
TOPS KOR SEMENTARA
5= Hari .8 (FASTE)
2 = BANNIE NO.9 (PEMUDA JAYA)
2= NO.21 (ARCICI)
2 = ARDIANSYAH 9 (LAROSE)
2 = 10 (NUSANTARA)
1 = USMAN NO.13 (PEMUDA JAYA)
1 = NO.7 (PEMUDA JAYA)
3 = RAMADHAN 10 (PEMUDA JAYA)
1 = CHAKTI NO.17 (PELAJAR)
1 = IMAM NO.15 (PELAJAR)
1 = ARY NO.3 (PELAJAR)
1= ARISANDI NO.7 (PELAJAR)
1= NO.11 (PELAJAR)
1= NO.8 (PELAJAR)
1= NO.16 (PELAJAR)
1= RIO NO.9 (ARCICI)
1= AGUS NO.12 (ARCICI)
1 = FIKRI NO.8 (ARCICI)
1 = NO.8 (LAROSE)
1 = NO.19(LAROSE)
1 = YANA 50 (KEP SERIBU). 1 = YUSUF 11 (KEP SERIBU)
GRUP A MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
TUNAS JAYANTI 3 0 3 0 0 4 0
PELAJAR DKI 3 3 0 0 5 0 9
BITUNG JAYA 3 1 2 0 2 4 3
PERSIRA RAJEG 3 2 1 0 5 3 6
GRUP B MAIN MENANG KALAH SERI MS KM SG POINT
FASTE 3 3 0 0 13 1 9
BUNDER 3 2 1 1 10 0 6
TALENTA 2 0 2 0 0 8 0
PRM KLENDER 2 0 2 0 0 12 0
19 JULI 2009
SEMIFINAL
PELAJAR DKI VS BUNDER JUNIOR FC
PERSIRA RAJEG VS FC FASTE
FINAL
PESERTA FESTIVAL CHEETAH CUP TAHUN 2009
PESERTA FESTIVAL CHEETAH CUP
TAHUN 2009
Grup A Grup B
A1.Tunas Jayanti B1. Faste
A2. Pelajar DKI B2. Bunder Junior
A3. BitungJaya B3. Talenta
A4. Persira Rajeg B4. Perumnas Klender
SKEMA PERTANDINGAN
Minggu/ 5 Juli 2009
07.30 – 08.05 1A.1 VS A.2
08.10 – 08.45 2.B.1 VS B.2
08.50 – 09.25 3. A.3 VS A.4
09.30 – 09.05 4. B.3 VS B.4
09.10 – 09.45 5. A.1 VS A.3
10.10 – 10.45 6. B.1 VS B.3
11.10 – 11.45 7. A.2 VS A.4
12.10 – 12.45 8. B.2 VS B.4
13.10 – 13.45 9. A.1 VS A.4
14.10 – 14.45 10. B.1 VS B.4
15.10 – 15.45 11.A.2 VS A.3
16.10 – 16.45 12. B.2 VS B.3
17.10 - 17.45 Juara Grup A VS Runner Up B
18.10 – 18.45 Juara Grup B VS Runner Up A
19.10 – 19.45 Final
TAHUN 2009
Grup A Grup B
A1.Tunas Jayanti B1. Faste
A2. Pelajar DKI B2. Bunder Junior
A3. BitungJaya B3. Talenta
A4. Persira Rajeg B4. Perumnas Klender
SKEMA PERTANDINGAN
Minggu/ 5 Juli 2009
07.30 – 08.05 1A.1 VS A.2
08.10 – 08.45 2.B.1 VS B.2
08.50 – 09.25 3. A.3 VS A.4
09.30 – 09.05 4. B.3 VS B.4
09.10 – 09.45 5. A.1 VS A.3
10.10 – 10.45 6. B.1 VS B.3
11.10 – 11.45 7. A.2 VS A.4
12.10 – 12.45 8. B.2 VS B.4
13.10 – 13.45 9. A.1 VS A.4
14.10 – 14.45 10. B.1 VS B.4
15.10 – 15.45 11.A.2 VS A.3
16.10 – 16.45 12. B.2 VS B.3
17.10 - 17.45 Juara Grup A VS Runner Up B
18.10 – 18.45 Juara Grup B VS Runner Up A
19.10 – 19.45 Final
Rabu, 26 Agustus 2009
Bentuk Media Sponsor
. Spanduk dan Umbul-umbul
2. Baliho
3. Stand
4. Poster/Stiker
5. Seragam Panitia dan Peserta
6. Back drop
7. ID Card Panitia dan Peserta
2. Baliho
3. Stand
4. Poster/Stiker
5. Seragam Panitia dan Peserta
6. Back drop
7. ID Card Panitia dan Peserta
Sponsorship
Panitia memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada perusahaan swasta, instansi, dan lembaga profesi untuk turut berpartisipasi mensponsori kegiatan ini. Dalam hal ini Panitia membagi sponsor dalam 4 (empat) katagori, yaitu:
1.Sponsor Platinum
Untuk Sponsor ini, kita akan memberikan keutamaan dalam mengiklankan produknya, seperti lapangan bola dengan logo Sponsor, baliho, spanduk, kaos panitia dan peserta dengan logo Sponsor dengan ukuran Eksklusif, iklan RRI, radio swasta, surat kabar, dan lain-lain. Tentunya dengan ketetapan dana yang akan kita tentukan dan berdasarkan apa yang mereka inginkan.
2.Sponsor Gold
Untuk Sponsor ini, kita akan memberikan fasilitas untuk pemasangan baleho, spanduk, kaos panitia dan peserta dengan logo Sponsor dengan ukuran Large , iklan RRI, radio swasta, surat kabar, dan lain-lain. Tentunya dengan ketetapan dana yang kita tentukan dan berdasarkan apa yang mereka inginkan.
3. Sponsor Silver
Untuk Sponsor ini, kita akan memberikan fasilitas untuk pemasangan baleho, spanduk-spanduk, kaos panitia dan peserta dengan logo Sponsor dengan ukuran Medium, iklan RRI, radio swasta, surat kabar, dan lain-lain. Tentunya dengan ketetapan dana yang kita tentukan dan berdasarkan apa yang mereka inginkan.
4. Sponsor Alternatif
Untuk Sponsor ini, kita tetap menetapkan dana yang akan diterima, tetapi akan terbatas media yang digunakan. Kita akan memberikan fasilitas untuk pemasangan spanduk, kaos panitia dan peserta, poster, ID Card.
5. Sponsor Pendukung
Untuk Sponsor ini, kita tidak meminta dana tapi bantuan barang/peralatan/perlengkapan atau bentuk lainnya yang dapat membantu mempromosikan terselenggaranya Tournament tersebut. Kita akan memberikan fasilitas untuk pemasangan spanduk dan iklan saja.
1.Sponsor Platinum
Untuk Sponsor ini, kita akan memberikan keutamaan dalam mengiklankan produknya, seperti lapangan bola dengan logo Sponsor, baliho, spanduk, kaos panitia dan peserta dengan logo Sponsor dengan ukuran Eksklusif, iklan RRI, radio swasta, surat kabar, dan lain-lain. Tentunya dengan ketetapan dana yang akan kita tentukan dan berdasarkan apa yang mereka inginkan.
2.Sponsor Gold
Untuk Sponsor ini, kita akan memberikan fasilitas untuk pemasangan baleho, spanduk, kaos panitia dan peserta dengan logo Sponsor dengan ukuran Large , iklan RRI, radio swasta, surat kabar, dan lain-lain. Tentunya dengan ketetapan dana yang kita tentukan dan berdasarkan apa yang mereka inginkan.
3. Sponsor Silver
Untuk Sponsor ini, kita akan memberikan fasilitas untuk pemasangan baleho, spanduk-spanduk, kaos panitia dan peserta dengan logo Sponsor dengan ukuran Medium, iklan RRI, radio swasta, surat kabar, dan lain-lain. Tentunya dengan ketetapan dana yang kita tentukan dan berdasarkan apa yang mereka inginkan.
4. Sponsor Alternatif
Untuk Sponsor ini, kita tetap menetapkan dana yang akan diterima, tetapi akan terbatas media yang digunakan. Kita akan memberikan fasilitas untuk pemasangan spanduk, kaos panitia dan peserta, poster, ID Card.
5. Sponsor Pendukung
Untuk Sponsor ini, kita tidak meminta dana tapi bantuan barang/peralatan/perlengkapan atau bentuk lainnya yang dapat membantu mempromosikan terselenggaranya Tournament tersebut. Kita akan memberikan fasilitas untuk pemasangan spanduk dan iklan saja.
Sketsa Kegiatan
• Bentuk Kegiatan
Kegiatan ini berbentuk Turnamen sepak bola panjang selama 1 tahun (tiap bulan / 1 x pertandingan dari tiap-tiap kelompok umur dengan menggunakan sistem full kompetisi.
Durasi Pertandingan 20 menit x 2 babak = 40 menit
• Peserta
Peserta berasal dari Sekolah Sepak Bola di Jabotabek, serta tim undangan khusus dari panitia.
• Administrasi
Tiap Seri Festival = Rp.300.000,- (11 pemain inti, 7 pemain cadangan)
• Waktu dan Tempat
Turnamen ini akan dilaksanakan tiap hari minggu (tiap kelompok umur 1 bulan/ 1 x pertandingan/ 1 tahun) di Stadion Sepak Bola Perumnas Klender – Jakarta Timur.
Hadiah
Juara I
• Trofi
• Sertifikat Kuantitas Pertandingan (Report database pemain di blogspot)
Juara II
• Trofi
• Sertifikat Kuantitas Pertandingan (Report database pemain di blogspot)
Topskor
• Trofi
• Sertifikat Kuantitas Pertandingan (Report database pemain di blogspot)
Kegiatan ini berbentuk Turnamen sepak bola panjang selama 1 tahun (tiap bulan / 1 x pertandingan dari tiap-tiap kelompok umur dengan menggunakan sistem full kompetisi.
Durasi Pertandingan 20 menit x 2 babak = 40 menit
• Peserta
Peserta berasal dari Sekolah Sepak Bola di Jabotabek, serta tim undangan khusus dari panitia.
• Administrasi
Tiap Seri Festival = Rp.300.000,- (11 pemain inti, 7 pemain cadangan)
• Waktu dan Tempat
Turnamen ini akan dilaksanakan tiap hari minggu (tiap kelompok umur 1 bulan/ 1 x pertandingan/ 1 tahun) di Stadion Sepak Bola Perumnas Klender – Jakarta Timur.
Hadiah
Juara I
• Trofi
• Sertifikat Kuantitas Pertandingan (Report database pemain di blogspot)
Juara II
• Trofi
• Sertifikat Kuantitas Pertandingan (Report database pemain di blogspot)
Topskor
• Trofi
• Sertifikat Kuantitas Pertandingan (Report database pemain di blogspot)
faktor pendukung
• Event-event sepak bola dilaksanakan 1 bulan/ 1 x pertandingan dari tiap kelompok umur (u-10, u-12, u-15, u-17).
• Ajang usaha menengah kecil dalam memasarkan usahanya baik kaos tim sepak bola, sepatu, kaos kaki, vitamin, makanan, minuman, dan produk lainnya. Yang dapat membantu pengusaha kecil, pedagang kecil lokal dan luar.
• Ajang usaha menengah kecil dalam memasarkan usahanya baik kaos tim sepak bola, sepatu, kaos kaki, vitamin, makanan, minuman, dan produk lainnya. Yang dapat membantu pengusaha kecil, pedagang kecil lokal dan luar.
Maksud dan Tjuan
• Memantapkan rasa cinta tanah air Indonesia dengan segala isi dan falsafahnya
• Membantu, mencerdaskan bangsa dengan kepribadian Pancasila.
• Menegak mantapkan nilai kebudayaan bangsa sebagai moral luhur bangsa Indonesia
• Sebagai ajang silaturahim diantara Sekolah Sepak Bola yang ada di Tangerang wilayah Barat.
• Mengasah skill, kemampuan, pemain muda baik dari skill individu maupun organisasi tim dengan media turnamen panjang (1 tahun) Menanamkan jiwa sportivitas dan rasa kebersamaan antar Sekolah Sepak Bola di Jabotabek.
• Menumbuhkan mental juara, kompetisi yang kompetitif dari akar rumput dimulai dari liga lokal Jabotabek.
• Membantu, mencerdaskan bangsa dengan kepribadian Pancasila.
• Menegak mantapkan nilai kebudayaan bangsa sebagai moral luhur bangsa Indonesia
• Sebagai ajang silaturahim diantara Sekolah Sepak Bola yang ada di Tangerang wilayah Barat.
• Mengasah skill, kemampuan, pemain muda baik dari skill individu maupun organisasi tim dengan media turnamen panjang (1 tahun) Menanamkan jiwa sportivitas dan rasa kebersamaan antar Sekolah Sepak Bola di Jabotabek.
• Menumbuhkan mental juara, kompetisi yang kompetitif dari akar rumput dimulai dari liga lokal Jabotabek.
Pendahuluan
PENDAHULUAN
Membina anak-anak, remaja, pemuda dalam Sepak Bola tidak semudah membalikkan tangan. Diperlukan wadah untuk mengasah kemampuan mereka melalui Sekolah Sepak Bola. Di Tangerang wilayah Barat selama ini telah terjalin hubungan yang cukup akrab antara komunitas berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB). Hanya saja hubungan itu hanya sekedar hubungan, tidak ada penggalian potensi masing-masing Sekolah Sepak Bola (SSB). Dengan adanya turnamen Sepak Bola yang rutin, dimana SSB terpacu mental, skill individu, organisasi tim. Bagaimana kita ingin mewujudkan pemain yang bagus,mental juara, kalau pemain di SSB tidak ada ikut serta dalam turnamen yang rutin? Bagaimana kita ingin mempertanggung jawabkan para pemain yang belajar di SSB kita, ketika kelak mereka diminati Tim/ Klub Sepak Bola Profesional? Berapa banyak jam terbang pemain kita di SSB dengan turnamen? Berapa banyak pemain kita membuat gol di tiap pertandingan? Berapa banyak pemain-pemain kita mendapat kartu kuning, kartu merah? semua pertanyaan itu menjadi alat kita untuk mempertanggung jawabkan potensi pemain-pemain muda kita ketika kelak mereka diminati klub sepak bola professional.
FC Faste merupakan salah satu Sekolah Sepak Bola yang didirikan atas dasar kesamaan visi. FC Faste sbagai penyelenggara event – event tertentu setiap tahunnya maupun sebagai peserta dari event yang diadakan oganisasi lain.
Beranjak dari hal diatas, maka kami dari FC Faste menggagas sebuah ajang silaturahim yang berwujud sebuah Turnamen sepak bola dari Kelompok Umur (KU) U-10, U-12, U-15, U-17, antar Sekolah Sepak Bola di Jabotabek yang kompetitif diadakan tiap 1 bulan/ 1 kali pertandingan selama setahun. dan nilai – nilai yang terkandung didalamnya sesuai dengan kepribadian remaja, pemuda yang dinamis dan penuh semangat. Dimana diharapkan hasil dari turnamen kompetitif ini sebagai barometer perkembangan Sekolah Sepakbola (SSB) di Jabotabek.
Membina anak-anak, remaja, pemuda dalam Sepak Bola tidak semudah membalikkan tangan. Diperlukan wadah untuk mengasah kemampuan mereka melalui Sekolah Sepak Bola. Di Tangerang wilayah Barat selama ini telah terjalin hubungan yang cukup akrab antara komunitas berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB). Hanya saja hubungan itu hanya sekedar hubungan, tidak ada penggalian potensi masing-masing Sekolah Sepak Bola (SSB). Dengan adanya turnamen Sepak Bola yang rutin, dimana SSB terpacu mental, skill individu, organisasi tim. Bagaimana kita ingin mewujudkan pemain yang bagus,mental juara, kalau pemain di SSB tidak ada ikut serta dalam turnamen yang rutin? Bagaimana kita ingin mempertanggung jawabkan para pemain yang belajar di SSB kita, ketika kelak mereka diminati Tim/ Klub Sepak Bola Profesional? Berapa banyak jam terbang pemain kita di SSB dengan turnamen? Berapa banyak pemain kita membuat gol di tiap pertandingan? Berapa banyak pemain-pemain kita mendapat kartu kuning, kartu merah? semua pertanyaan itu menjadi alat kita untuk mempertanggung jawabkan potensi pemain-pemain muda kita ketika kelak mereka diminati klub sepak bola professional.
FC Faste merupakan salah satu Sekolah Sepak Bola yang didirikan atas dasar kesamaan visi. FC Faste sbagai penyelenggara event – event tertentu setiap tahunnya maupun sebagai peserta dari event yang diadakan oganisasi lain.
Beranjak dari hal diatas, maka kami dari FC Faste menggagas sebuah ajang silaturahim yang berwujud sebuah Turnamen sepak bola dari Kelompok Umur (KU) U-10, U-12, U-15, U-17, antar Sekolah Sepak Bola di Jabotabek yang kompetitif diadakan tiap 1 bulan/ 1 kali pertandingan selama setahun. dan nilai – nilai yang terkandung didalamnya sesuai dengan kepribadian remaja, pemuda yang dinamis dan penuh semangat. Dimana diharapkan hasil dari turnamen kompetitif ini sebagai barometer perkembangan Sekolah Sepakbola (SSB) di Jabotabek.
ilustrasi
ILUSTRASI
Disaat belahan dunia lain berlomba-lomba menangguk keuntungan dari industri sepakbola, kita di Indonesia masih dihadapkan dengan masalah kurangnya bibit pemain handal di masa depan. Prestasi Tim Nasional kita yang dulunya sangat ditakuti untuk kawasan Asia, sekarang untuk kawasan Asia Tenggara saja kita sudah berada di peringat ketiga/keempat setelah Thailand, Singapura dan Vietnam. Semua itu tidak terlepas dari sistem pembinaan usia dini yang ada di Indonesia.
Keberadaan Arsenal Football School Di Tangerang, dan Real Madrid Football School Rencana Di Pulau Bali tidak akan berbuat banyak untuk perkembangan sepakbola masa depan yang terpadu. Ketiga Football School itu hanya pengembangan sayap bisnis mereka saja dan tidak ada hubungannya dengan pembangunan sepakbola Indonesia masa depan. Yang ada hanya pencetak pemain yang syukur-syukur digunakan oleh Arsenal dan Real Madrid.
Secara teori, sistem pembinaan yang paling baik itu adalah Kompetisi. Sekarang coba kita liat, apakah ada kompetisi di Indonesia. Jika Indonesia terlalu besar, kita perkecil ke tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota. Apakah kita punya kompetisi yang permanen, lancar, kompetitif dan teratur? Belum lagi kalau ditanyakan apakah ada kompetisi dari kelompok umur paling bawah misalnya dari usia 12 tahun. Jawabannya adalah AMAT SANGAT TIDAK ADA. Dengan jawaban itu kapan kita bisa berharap akan muncul sepakbola dan pemain sepakbola yang handal? Yang terlihat hanyalah sistem yang instant dan biaya besar seperti tim U17 di Uruguay sekarang, yang hanya mengulangi kesalahan dari PSSI Pratama, Garuda I, Garuda II, Primavera dan Baretti.
Memang ada Danone dan lain-lain membuat turnamen kelompok umur, tapi itu sifatnya temporer dan hura-hura saja. Tidak ada kontribusinya untuk kemajuan sepakbola di Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan bahwa Danone sudah berkiprah dari tahun 2002, berarti sekarang sudah 6 tahun. Artinya juga, jika hasil Danone itu bagus, Tim Indonesia Usia 16 s/d 18 tidak akan jadi bulan-bulanan negara lain dalam turnamen resmi.
Dengan tidak adanya kompetisi yang rutin, ketat dan teratur dari Umur 12 tahun, bagaimana kita bisa memberikan pengalaman tanding secara resmi kepada calon-calon pemain masa depan. Seorang pemain atau calon pemain masa depan itu punya standar minimal kuantitas mereka bertanding resmi secara teratur dan terjadwal.
Contohnya, pertanyaan yang bisa dimunculkan adalah berapa kali Bambang Pamungkas bermain dalam pertandingan resmi dari usia 12 tahun. Belum lagi pertanyaannya berapa gol yang sudah diciptakan, asist yang pernah diberikan, kartu kuning atau kartu merah yang didapat. Dengan tidak ada data itu bagaimana kita bisa menjual pemain keluar negeri? Wajar sekali kalau pemain kita tidak punya nilai jual di luarnegeri, selain karena memang secara kualitas tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Kesimpulan dari paparan diatas adalah : yang dibutuhkan saat ini adalah adanya Kompetisi kelompok umur dari 12 tahun sampai 18 tahun. Mungkin cukup di bagi tiga kelompok umur saja yang memang selama ini sudah ada, yaitu U12, U15 dan U17. Tidak perlu scopenya terlalu besar untuk seluruh Indonesia, dimulai dulu misalnya di DKI Jakarta atau Jabotabek. Dibuat Kompetisi antar SSB yang ada di Jabotabek dengan Kompetisi yang teratur, permanen dan jangka panjang. Bukan turnamen yang 15 hari habis, tapi betul-betul kompetisi yang selesai dalam 1 tahun.
Kemudian dari kompetisi itu direkam database masing-masing anak-anak calon pemain masa depan itu. Sehingga waktu mereka sudah dewasa, mereka punya track record yang bisa digunakan secara profesional.
Jika cara ini dilakukan akan mengatasi beberapa kendala selama ini ada yaitu :
1. Pemain Indonesia masa depan akan lahir dari kompetisi yang ketat, bukan pemain yang instant.
2. Pemilihan pemain nasional akan lebih fair karena dipilih dari hasil kompetisi dan publik melihatnya. Tidak asal comot berdasarkan rekomendasi dari sana-sini.
3. Pemain yg lahir akan merupakan pilihan terbaik termasuk dari segi mental dan kelakuan. Karena persaingan yang ketat, maka mereka tidak manja dan bertingkah yang aneh-aneh seperti sekarang.
4. Akan ada data pemain yang akurat yang ini bisa dimanfaatkan oleh klub-klub profesional untuk merekrut pemain dan juga berguna bagi jurnalist untuk memperkaya liputan.
5. Dengan kompetisi ini, selain melahirkan pemain, juga pendukung lainnya akan menjadi terasah kemampuannya, yakni para wasit dan pelatih. Wasit punya banyak jam terbang memimpin sehingga dari Kompetisi kelompok umur/usia muda ini akan muncul wasit-wasit yang baik untuk Liga profesional. Begitu juga dengan pelatih. Akan muncul pelatih yang berpengalaman bukan pelatih yang karbitan yang terpilih hanya karena kedekatan dengan Pengurus.
6. Keterlibatan sponsor akan lebih solit karena ada kepastian produk mereka akan sukses dengan mensponsori kompetisi.
7. Pemborosan dana yang dilakukan selama ini dengan mengirim tim keluar negeri dapat ditekan, dan uang yang beredar hanya di dalam negeri. Ini juga berguna untuk ketahanan perekonomian nasional.
8. Suistainability dari pembinaan akan terjaga. Setiap tahun kita pasti akan melahirkan pemain dari semua kelompok Umur dan juga untuk pemain Senior di atas 18 Tahun.
9. Kita akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan pemain potensial, dari ribuan itu, tersaring lagi ratusan yang benar-benar siap pakai yang bisa langsung dimanfaatkan oleh Tim/klub di Liga Indonesia bahkan di Liga-liga negara tetangga.
Untuk konsep Kompetisi ini sendiri sudah ada, dan terbuka untuk didiskusikan. Jika ada pencinta sepakbola yang peduli dengan sepakbola Indonesia masa depan, kita bisa memulainya, dan setelah 2 kali Olimpiade ke depan, kita sudah punya Timnas U23 yang bisa diandalkan yang pemainnya sudah ditempa selama lebih dari 8 tahun berkompetisi yang ketat.
Jika ini tidak berhasil juga, berarti Teori yang mengatakan bahwa Kompetisi adalah sistem pembinaan yang paling sempurna, patut dipertanyakan.
Untuk sementara kita kesampingkan lah dulu PSSI Pusat. Karena gerakan ini harus muncul dari bawah. Dari tingkat dasar yaitu Klub/Sekolah Sepak Bola (SSB) sendiri. Selama ini kita terlena dengan bentuk yang sentralistik dan patronist. Padahal sentralistik dan patronist itu hanya milik militer. Dunia olahraga dan dunia militer adalah dua hal yang bertolak belakang.
Kita coba berkaca dari kondisi riil yang ada dalam dunia sepakbola yunior saat ini. Pembinaan Yunior lebih terpusat kepada SSB. Sementara SSB sendiri terpinggirkan dalam statuta PSSI. Untuk itu ada celah bagi SSB-SSB sendiri untuk berkumpul membentuk wadah mereka sendiri. PSSI tinggal mengambil manfaatnya saja. Ini sebenarnya untuk mengurangi beban PSSI yang sudah disibukkan dengan persoalan Cek Kosong dan persoalan mempertahankan Ketua Umumnya.
Para penggiat SSB itu adalah potensi besar dalam pengembangan sepakbola masa depan. Saat ini saja dengan tanpa perhatian dari PSSI, mereka dengan dedikasinya mau mengurus SSB mereka. Kekuatan ini yang harus dimanfaatkan untuk sebuah REVOLUSI SEPAKBOLA INDONESIA
Memang perlu proyek percontohan yang scopenya regional dulu...untuk kompetisi kelompok U12, U15. Proyek percontohan inilah yang harus digarap serius. Bila perlu Pengda PSSI Provinsi melemparkan proyek ini ke swasta untuk mengelola nya...ga usah sentralistik ke PSSI Pusat...
Bisa dua kemungkinan yang bisa dipakai :
1. Pengda PSSI yang menggelarnya dengan menggandeng swasta
2. Para SSB sekawasan berkumpul dan membuat wadah bersama.
Memang idealnya PSSI yang melakukan. Namun dengan melihat kondisi riil yang ada, agak mustahil PSSI akan melakukannya. Kalau memang PSSI itu bisa melakukan, barangkali thread ini tidak perlu ada. Karena PSSI sudah bisa melakukan sendiri. Namun karena tidak ada pemikiran orang-orang PSSI ke arah itu, makanya perlu alternatif.
Di Tangerang adalah mengumpulkan SSB yang ada di Tangerang untuk membentuk wadah sendiri, dan wadah ini yang menggelarnya. Ini dilakukan karena ajaran salah satu agama bawah nasib suatu bangsa/kelompok tidak akan berubah kalau tidak bangsa/kelompok itu sendiri yang merubahnya. Artinya kalau SSB mau berubah dan diakui keberadaannya, maka SSB sendiri yang merubahnya.
Dengan kondisi demikian PSSI tinggal terima jadi saja. Logikanya jika ada orang yang meringankan pekerjaan seseorang masak tidak mau. Tapi memang disadari banyak yang aneh dalam kehidupan sepakbola kita. Namun kita harus mencobanya.
Sebenarnya tinggal merubah visi para sponsor saja. Kalau pemahaman ini diberikan kepada sponsor, PSSI tinggal terima saja.
Pendekatan region atau provinsi cukup tepat dan realistis. Misalnya :
1. Region Jabotabek untuk SSB disekitar Jabotabek
2. Region Priangan untuk SSB sekitar Bandung, Cimahi, Garut dan Tasik
3. Region Banten untuk SSB sekitar Cilegon Lebak.
4. Region Yogya u/ SSB di Yogya
5. Region Semarang u/ SSB di sekitar Semarang, Jepara, Kudus
6. Region Solo u/ SSB sekitar Salatiga, Solo, Klaten
7. Region Surabaya u/SSB sekitar Tuban, gresik, surabaya, Sidoarjo
8. Region Tapal Kuda u/ SSB sekitar Malang, Pasuruan, Madiun, Kediri
begitu juga untuk region-region di daerah lain, ada yang di Ibu kota provinsi, tapi bisa juga yang sekawasan.
Jika ini berjalan dan kuncinya data base pemain ini dipegang oleh satu lembaga yang terpusat, maka kita akan punya data base ribuan pemain, dan itu terupdate terus. Sehingga kasus pencurian umur bisa ditekan.
Semoga. Sepertinya usul liga (baca:kompetisi) regional menarik untuk diwujudkan. Ditambah jenjang umur tertentu, pasti mantap. Mulai dari skala kota, regional (beberapa kota terdekat), propinsi, baru nasional. Ya persis seperti seleksi atlit2 kita pada kebanyakan. Ujung-ujungnya, nanti kita akan punya juara nasional teruji dari skala umur berbeda. Jadi pas ada kejuaraan usia 21 (misalnya) kita ga perlu kelimpungan comot sana sini. Pun begitu dengan skala umur yang lebih muda dan tua. Cara itu akan lebih memudahkan pemantauan bakat2 yg kita miliki.
Untuk sponsorship, ya bisa digandeng pelaku bisnis daerah masing2 (sebagai contoh Arema yg disponsori Bentoel yg juga ada di Malang). Dengan begitu kan citra perusahaan sponsor lebih baik dan sepakbola juga bisa jalan. Begitu seterusnya sampai skala nasional.
Bila ada dana tidak usah bikin pertandingan persahabatan sampai keluar negeri segala. Benahi dulu infrastruktur yg ada. Ibaratnya, sekolah ke luar negeri dapat ilmu plus fasilitas tinggi, pas balik kampung, mau aplikasi ilmu agak terhambat karena fasilitas tidak memadai.
Didaerah itu sendiri yang ada selama ini adalah Turnamen-turnamen "dalam rangka". misalnya Dalam Dangka HUT RI, Dalam Rangka HUT Kota, Dalam Rangka Pilkada. Tapi tidak ada yang benar-benar terprogram tanpa terikat dengan dalam rangka-dalam rangka tadi.
Jika ditanya di daerah itu SSB mana yang paling bagus di daerah itu, parameternya tidak jelas. Karena tidak ada ajang yang bisa mengatakan hal itu. Misalnya di Turnamen yang diadakan oleh SSB Harimau, Juaranya SSB Harimau, kemudian SSB Macan tidak terima bikin lagi turnamen, dan Juaranya SSB Macan. Kadang kala turnamen yang diadakan itu sengaja didisain untuk SSBnya juara. Itulah kondisi Riil di daerah. Atau ada daerah yang hanya ada Turnamen pas 17 Agustusan, mereka bertanding dengan sistem gugur paling banyak mereka bertanding sebanyak 6 kali, langsung Juara. ini berlangsung selama 2-3 minggu, setelah itu 11 bulan lagi nganggur tidak ada pertandingan, yang ada hanya uji coba, wasitnya tidak jelas dan motivasinya tidak jelas. Bisa ditebak apa yang bisa diambil dari pembinaan semacam itu. Belum lagi turnamen itu menggunakan sistem gugur atau turnamen yang sistem pool. Tentu atmosfir tekanan jadi tidak baik untuk pembinaan. Tidak ada ruang untuk evaluasi anak-anak. Tidak ada ruang untuk melakukan bongkar-pasang tim.
Hal tentang uang dan kekerabatan, atau dan hal-hal lain itu adalah akibat tidak adanya kompetisi yang benar seperti liga, sehingga aturan antar SSB itu tidak ada. Akhirnya akan terjadi hukum Rimba antar SSB. Dan itulah yang terjadi di Bandung. SSB A misalnya apalagi didukung oleh dana yang kuat dan kebetulan pelatihnya adalah mantan pemain nasional akan bersikap seperti raja hutan yang mengambil pemain-pemain dari SSB lain dan sering kali mereka mengklaim bahwa anak didiknya adalah yang terbaik. Pada saat seleksi-seleksi yang diadakan baik oleh Pengcab, Pengda atau Timnas, mereka memonopoli pemilihan. Padahal masih ada pemain berbakat lainnya di SSB lain.
Jika ada kompetisi yang permanen berbentuk Liga, aturan pasti akan dibikin. Lembaga adalah sebuah kebutuhan. Data pemain akan dibuat dan menjadi acuan dalam pemilihan-pemilihan. Perpindahan pemain akan tertata dengan baik. Dan hasil dilapangan lah yang mengatakan SSB A yang terbaik, pelatih AA lah yang paling bagus. Dan banyak lagi benefit yang akan didapat.
Kompetisi akan membuat posisi seluruh SSB sama dan yang menentukan mereka adalah kemampuan di Lapangan.
Piala Suratin belum menjawab permasalahan. Dari rekruitmen pemain untuk masuk ke Tim Suratin itu sudah bermasalah. Belum lagi proses Kompetisi Suratin itu. Kemudian, biaya yang dikeluarkan oleh tim yang ikut Piala Suratin itu tidak sebanding dengan hasil yang dicapai. Tidak ada data yang rapi tentang record pemain yang ikut. Sehingga sering kali terjadi Pencurian Umur.
Makanya, Konsep yang ditawarkan adalah Kompetisi yang tersistem dari U12, U15, dan U18. Sehingga pembinaan tidak terputus.
Ketika satu tim bermain di tingkat nasional, Kompetisi lokal tidak berhenti. Selama ini yang terjadi adalah Kompetisi seperti Suratin itu berjalan Serial. Sehingga ketika tim bermain untuk babak yang lebih tinggi, tim yang sudah kalah langsung tidur, dan tidak latihan lagi.
Dengan membuat kompetisi yang rapi di level Yunior (dibawah 18 tahun), Klub-klub tidak perlu susah-susah lagi membina pemain yunior. Mereka cukup fokus ke Pemain profesional senior setelah umur 18 tahun. Yang dibawah 18 cukup dibina oleh SSB. Toh selama ini tim Suratin atau Yunior itu diambilnya juga dari SSB.
Memang dalam melakukan perubahan, sebaiknya konsep yang kita tawarkan itu sudah cukup matang, sehingga jika diimplementasikan hanya mengalami penyesuaian sedikit disana-sini. Dari pada konsep masih sangat mentah, langsung diimplementasikan, akhirnya try and errornya menjadi panjang dan kita semakin ketinggalan. Sebuah konsep yang matang, itu harus memuat kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, dan sudah merancang solusi yang akan diambil jika kemungkinan itu terjadi. Namun yang harus tetap dipegang teguh adalah, filosofi dan pilar besar dari konsep itu sudah kokoh dan tidak bisa dirubah-rubah lagi.
Disaat belahan dunia lain berlomba-lomba menangguk keuntungan dari industri sepakbola, kita di Indonesia masih dihadapkan dengan masalah kurangnya bibit pemain handal di masa depan. Prestasi Tim Nasional kita yang dulunya sangat ditakuti untuk kawasan Asia, sekarang untuk kawasan Asia Tenggara saja kita sudah berada di peringat ketiga/keempat setelah Thailand, Singapura dan Vietnam. Semua itu tidak terlepas dari sistem pembinaan usia dini yang ada di Indonesia.
Keberadaan Arsenal Football School Di Tangerang, dan Real Madrid Football School Rencana Di Pulau Bali tidak akan berbuat banyak untuk perkembangan sepakbola masa depan yang terpadu. Ketiga Football School itu hanya pengembangan sayap bisnis mereka saja dan tidak ada hubungannya dengan pembangunan sepakbola Indonesia masa depan. Yang ada hanya pencetak pemain yang syukur-syukur digunakan oleh Arsenal dan Real Madrid.
Secara teori, sistem pembinaan yang paling baik itu adalah Kompetisi. Sekarang coba kita liat, apakah ada kompetisi di Indonesia. Jika Indonesia terlalu besar, kita perkecil ke tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota. Apakah kita punya kompetisi yang permanen, lancar, kompetitif dan teratur? Belum lagi kalau ditanyakan apakah ada kompetisi dari kelompok umur paling bawah misalnya dari usia 12 tahun. Jawabannya adalah AMAT SANGAT TIDAK ADA. Dengan jawaban itu kapan kita bisa berharap akan muncul sepakbola dan pemain sepakbola yang handal? Yang terlihat hanyalah sistem yang instant dan biaya besar seperti tim U17 di Uruguay sekarang, yang hanya mengulangi kesalahan dari PSSI Pratama, Garuda I, Garuda II, Primavera dan Baretti.
Memang ada Danone dan lain-lain membuat turnamen kelompok umur, tapi itu sifatnya temporer dan hura-hura saja. Tidak ada kontribusinya untuk kemajuan sepakbola di Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan bahwa Danone sudah berkiprah dari tahun 2002, berarti sekarang sudah 6 tahun. Artinya juga, jika hasil Danone itu bagus, Tim Indonesia Usia 16 s/d 18 tidak akan jadi bulan-bulanan negara lain dalam turnamen resmi.
Dengan tidak adanya kompetisi yang rutin, ketat dan teratur dari Umur 12 tahun, bagaimana kita bisa memberikan pengalaman tanding secara resmi kepada calon-calon pemain masa depan. Seorang pemain atau calon pemain masa depan itu punya standar minimal kuantitas mereka bertanding resmi secara teratur dan terjadwal.
Contohnya, pertanyaan yang bisa dimunculkan adalah berapa kali Bambang Pamungkas bermain dalam pertandingan resmi dari usia 12 tahun. Belum lagi pertanyaannya berapa gol yang sudah diciptakan, asist yang pernah diberikan, kartu kuning atau kartu merah yang didapat. Dengan tidak ada data itu bagaimana kita bisa menjual pemain keluar negeri? Wajar sekali kalau pemain kita tidak punya nilai jual di luarnegeri, selain karena memang secara kualitas tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Kesimpulan dari paparan diatas adalah : yang dibutuhkan saat ini adalah adanya Kompetisi kelompok umur dari 12 tahun sampai 18 tahun. Mungkin cukup di bagi tiga kelompok umur saja yang memang selama ini sudah ada, yaitu U12, U15 dan U17. Tidak perlu scopenya terlalu besar untuk seluruh Indonesia, dimulai dulu misalnya di DKI Jakarta atau Jabotabek. Dibuat Kompetisi antar SSB yang ada di Jabotabek dengan Kompetisi yang teratur, permanen dan jangka panjang. Bukan turnamen yang 15 hari habis, tapi betul-betul kompetisi yang selesai dalam 1 tahun.
Kemudian dari kompetisi itu direkam database masing-masing anak-anak calon pemain masa depan itu. Sehingga waktu mereka sudah dewasa, mereka punya track record yang bisa digunakan secara profesional.
Jika cara ini dilakukan akan mengatasi beberapa kendala selama ini ada yaitu :
1. Pemain Indonesia masa depan akan lahir dari kompetisi yang ketat, bukan pemain yang instant.
2. Pemilihan pemain nasional akan lebih fair karena dipilih dari hasil kompetisi dan publik melihatnya. Tidak asal comot berdasarkan rekomendasi dari sana-sini.
3. Pemain yg lahir akan merupakan pilihan terbaik termasuk dari segi mental dan kelakuan. Karena persaingan yang ketat, maka mereka tidak manja dan bertingkah yang aneh-aneh seperti sekarang.
4. Akan ada data pemain yang akurat yang ini bisa dimanfaatkan oleh klub-klub profesional untuk merekrut pemain dan juga berguna bagi jurnalist untuk memperkaya liputan.
5. Dengan kompetisi ini, selain melahirkan pemain, juga pendukung lainnya akan menjadi terasah kemampuannya, yakni para wasit dan pelatih. Wasit punya banyak jam terbang memimpin sehingga dari Kompetisi kelompok umur/usia muda ini akan muncul wasit-wasit yang baik untuk Liga profesional. Begitu juga dengan pelatih. Akan muncul pelatih yang berpengalaman bukan pelatih yang karbitan yang terpilih hanya karena kedekatan dengan Pengurus.
6. Keterlibatan sponsor akan lebih solit karena ada kepastian produk mereka akan sukses dengan mensponsori kompetisi.
7. Pemborosan dana yang dilakukan selama ini dengan mengirim tim keluar negeri dapat ditekan, dan uang yang beredar hanya di dalam negeri. Ini juga berguna untuk ketahanan perekonomian nasional.
8. Suistainability dari pembinaan akan terjaga. Setiap tahun kita pasti akan melahirkan pemain dari semua kelompok Umur dan juga untuk pemain Senior di atas 18 Tahun.
9. Kita akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan pemain potensial, dari ribuan itu, tersaring lagi ratusan yang benar-benar siap pakai yang bisa langsung dimanfaatkan oleh Tim/klub di Liga Indonesia bahkan di Liga-liga negara tetangga.
Untuk konsep Kompetisi ini sendiri sudah ada, dan terbuka untuk didiskusikan. Jika ada pencinta sepakbola yang peduli dengan sepakbola Indonesia masa depan, kita bisa memulainya, dan setelah 2 kali Olimpiade ke depan, kita sudah punya Timnas U23 yang bisa diandalkan yang pemainnya sudah ditempa selama lebih dari 8 tahun berkompetisi yang ketat.
Jika ini tidak berhasil juga, berarti Teori yang mengatakan bahwa Kompetisi adalah sistem pembinaan yang paling sempurna, patut dipertanyakan.
Untuk sementara kita kesampingkan lah dulu PSSI Pusat. Karena gerakan ini harus muncul dari bawah. Dari tingkat dasar yaitu Klub/Sekolah Sepak Bola (SSB) sendiri. Selama ini kita terlena dengan bentuk yang sentralistik dan patronist. Padahal sentralistik dan patronist itu hanya milik militer. Dunia olahraga dan dunia militer adalah dua hal yang bertolak belakang.
Kita coba berkaca dari kondisi riil yang ada dalam dunia sepakbola yunior saat ini. Pembinaan Yunior lebih terpusat kepada SSB. Sementara SSB sendiri terpinggirkan dalam statuta PSSI. Untuk itu ada celah bagi SSB-SSB sendiri untuk berkumpul membentuk wadah mereka sendiri. PSSI tinggal mengambil manfaatnya saja. Ini sebenarnya untuk mengurangi beban PSSI yang sudah disibukkan dengan persoalan Cek Kosong dan persoalan mempertahankan Ketua Umumnya.
Para penggiat SSB itu adalah potensi besar dalam pengembangan sepakbola masa depan. Saat ini saja dengan tanpa perhatian dari PSSI, mereka dengan dedikasinya mau mengurus SSB mereka. Kekuatan ini yang harus dimanfaatkan untuk sebuah REVOLUSI SEPAKBOLA INDONESIA
Memang perlu proyek percontohan yang scopenya regional dulu...untuk kompetisi kelompok U12, U15. Proyek percontohan inilah yang harus digarap serius. Bila perlu Pengda PSSI Provinsi melemparkan proyek ini ke swasta untuk mengelola nya...ga usah sentralistik ke PSSI Pusat...
Bisa dua kemungkinan yang bisa dipakai :
1. Pengda PSSI yang menggelarnya dengan menggandeng swasta
2. Para SSB sekawasan berkumpul dan membuat wadah bersama.
Memang idealnya PSSI yang melakukan. Namun dengan melihat kondisi riil yang ada, agak mustahil PSSI akan melakukannya. Kalau memang PSSI itu bisa melakukan, barangkali thread ini tidak perlu ada. Karena PSSI sudah bisa melakukan sendiri. Namun karena tidak ada pemikiran orang-orang PSSI ke arah itu, makanya perlu alternatif.
Di Tangerang adalah mengumpulkan SSB yang ada di Tangerang untuk membentuk wadah sendiri, dan wadah ini yang menggelarnya. Ini dilakukan karena ajaran salah satu agama bawah nasib suatu bangsa/kelompok tidak akan berubah kalau tidak bangsa/kelompok itu sendiri yang merubahnya. Artinya kalau SSB mau berubah dan diakui keberadaannya, maka SSB sendiri yang merubahnya.
Dengan kondisi demikian PSSI tinggal terima jadi saja. Logikanya jika ada orang yang meringankan pekerjaan seseorang masak tidak mau. Tapi memang disadari banyak yang aneh dalam kehidupan sepakbola kita. Namun kita harus mencobanya.
Sebenarnya tinggal merubah visi para sponsor saja. Kalau pemahaman ini diberikan kepada sponsor, PSSI tinggal terima saja.
Pendekatan region atau provinsi cukup tepat dan realistis. Misalnya :
1. Region Jabotabek untuk SSB disekitar Jabotabek
2. Region Priangan untuk SSB sekitar Bandung, Cimahi, Garut dan Tasik
3. Region Banten untuk SSB sekitar Cilegon Lebak.
4. Region Yogya u/ SSB di Yogya
5. Region Semarang u/ SSB di sekitar Semarang, Jepara, Kudus
6. Region Solo u/ SSB sekitar Salatiga, Solo, Klaten
7. Region Surabaya u/SSB sekitar Tuban, gresik, surabaya, Sidoarjo
8. Region Tapal Kuda u/ SSB sekitar Malang, Pasuruan, Madiun, Kediri
begitu juga untuk region-region di daerah lain, ada yang di Ibu kota provinsi, tapi bisa juga yang sekawasan.
Jika ini berjalan dan kuncinya data base pemain ini dipegang oleh satu lembaga yang terpusat, maka kita akan punya data base ribuan pemain, dan itu terupdate terus. Sehingga kasus pencurian umur bisa ditekan.
Semoga. Sepertinya usul liga (baca:kompetisi) regional menarik untuk diwujudkan. Ditambah jenjang umur tertentu, pasti mantap. Mulai dari skala kota, regional (beberapa kota terdekat), propinsi, baru nasional. Ya persis seperti seleksi atlit2 kita pada kebanyakan. Ujung-ujungnya, nanti kita akan punya juara nasional teruji dari skala umur berbeda. Jadi pas ada kejuaraan usia 21 (misalnya) kita ga perlu kelimpungan comot sana sini. Pun begitu dengan skala umur yang lebih muda dan tua. Cara itu akan lebih memudahkan pemantauan bakat2 yg kita miliki.
Untuk sponsorship, ya bisa digandeng pelaku bisnis daerah masing2 (sebagai contoh Arema yg disponsori Bentoel yg juga ada di Malang). Dengan begitu kan citra perusahaan sponsor lebih baik dan sepakbola juga bisa jalan. Begitu seterusnya sampai skala nasional.
Bila ada dana tidak usah bikin pertandingan persahabatan sampai keluar negeri segala. Benahi dulu infrastruktur yg ada. Ibaratnya, sekolah ke luar negeri dapat ilmu plus fasilitas tinggi, pas balik kampung, mau aplikasi ilmu agak terhambat karena fasilitas tidak memadai.
Didaerah itu sendiri yang ada selama ini adalah Turnamen-turnamen "dalam rangka". misalnya Dalam Dangka HUT RI, Dalam Rangka HUT Kota, Dalam Rangka Pilkada. Tapi tidak ada yang benar-benar terprogram tanpa terikat dengan dalam rangka-dalam rangka tadi.
Jika ditanya di daerah itu SSB mana yang paling bagus di daerah itu, parameternya tidak jelas. Karena tidak ada ajang yang bisa mengatakan hal itu. Misalnya di Turnamen yang diadakan oleh SSB Harimau, Juaranya SSB Harimau, kemudian SSB Macan tidak terima bikin lagi turnamen, dan Juaranya SSB Macan. Kadang kala turnamen yang diadakan itu sengaja didisain untuk SSBnya juara. Itulah kondisi Riil di daerah. Atau ada daerah yang hanya ada Turnamen pas 17 Agustusan, mereka bertanding dengan sistem gugur paling banyak mereka bertanding sebanyak 6 kali, langsung Juara. ini berlangsung selama 2-3 minggu, setelah itu 11 bulan lagi nganggur tidak ada pertandingan, yang ada hanya uji coba, wasitnya tidak jelas dan motivasinya tidak jelas. Bisa ditebak apa yang bisa diambil dari pembinaan semacam itu. Belum lagi turnamen itu menggunakan sistem gugur atau turnamen yang sistem pool. Tentu atmosfir tekanan jadi tidak baik untuk pembinaan. Tidak ada ruang untuk evaluasi anak-anak. Tidak ada ruang untuk melakukan bongkar-pasang tim.
Hal tentang uang dan kekerabatan, atau dan hal-hal lain itu adalah akibat tidak adanya kompetisi yang benar seperti liga, sehingga aturan antar SSB itu tidak ada. Akhirnya akan terjadi hukum Rimba antar SSB. Dan itulah yang terjadi di Bandung. SSB A misalnya apalagi didukung oleh dana yang kuat dan kebetulan pelatihnya adalah mantan pemain nasional akan bersikap seperti raja hutan yang mengambil pemain-pemain dari SSB lain dan sering kali mereka mengklaim bahwa anak didiknya adalah yang terbaik. Pada saat seleksi-seleksi yang diadakan baik oleh Pengcab, Pengda atau Timnas, mereka memonopoli pemilihan. Padahal masih ada pemain berbakat lainnya di SSB lain.
Jika ada kompetisi yang permanen berbentuk Liga, aturan pasti akan dibikin. Lembaga adalah sebuah kebutuhan. Data pemain akan dibuat dan menjadi acuan dalam pemilihan-pemilihan. Perpindahan pemain akan tertata dengan baik. Dan hasil dilapangan lah yang mengatakan SSB A yang terbaik, pelatih AA lah yang paling bagus. Dan banyak lagi benefit yang akan didapat.
Kompetisi akan membuat posisi seluruh SSB sama dan yang menentukan mereka adalah kemampuan di Lapangan.
Piala Suratin belum menjawab permasalahan. Dari rekruitmen pemain untuk masuk ke Tim Suratin itu sudah bermasalah. Belum lagi proses Kompetisi Suratin itu. Kemudian, biaya yang dikeluarkan oleh tim yang ikut Piala Suratin itu tidak sebanding dengan hasil yang dicapai. Tidak ada data yang rapi tentang record pemain yang ikut. Sehingga sering kali terjadi Pencurian Umur.
Makanya, Konsep yang ditawarkan adalah Kompetisi yang tersistem dari U12, U15, dan U18. Sehingga pembinaan tidak terputus.
Ketika satu tim bermain di tingkat nasional, Kompetisi lokal tidak berhenti. Selama ini yang terjadi adalah Kompetisi seperti Suratin itu berjalan Serial. Sehingga ketika tim bermain untuk babak yang lebih tinggi, tim yang sudah kalah langsung tidur, dan tidak latihan lagi.
Dengan membuat kompetisi yang rapi di level Yunior (dibawah 18 tahun), Klub-klub tidak perlu susah-susah lagi membina pemain yunior. Mereka cukup fokus ke Pemain profesional senior setelah umur 18 tahun. Yang dibawah 18 cukup dibina oleh SSB. Toh selama ini tim Suratin atau Yunior itu diambilnya juga dari SSB.
Memang dalam melakukan perubahan, sebaiknya konsep yang kita tawarkan itu sudah cukup matang, sehingga jika diimplementasikan hanya mengalami penyesuaian sedikit disana-sini. Dari pada konsep masih sangat mentah, langsung diimplementasikan, akhirnya try and errornya menjadi panjang dan kita semakin ketinggalan. Sebuah konsep yang matang, itu harus memuat kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, dan sudah merancang solusi yang akan diambil jika kemungkinan itu terjadi. Namun yang harus tetap dipegang teguh adalah, filosofi dan pilar besar dari konsep itu sudah kokoh dan tidak bisa dirubah-rubah lagi.
pedoman
Pedoman Festival
Modus Kompetisi
Kompetisi akan diputar dalam putaran pertama Pertandingan, diikuti oleh Semi final dan Final
* Putaran Pertama 12 tim yang akan dibagi menjadi 3 Grup dari 4 tim. Sistem Permainan, masing-masing satu tim bermain sesuai terhadap masing-masing tim lainnya di grup yang sama. Peringkat setiap tim di setiap grup akan ditentukan.
* Semi final adalah 3 Tim Juara Grup + 1 Runner Up terbaik yang akan dibagi menjadi 2 Pertandingan didasarkan pada hasil putaran pertama Pertandingan. Semua Pertandingan akan dimainkan dengan sistem knock-out.
Durasi Pertandingan
* Pertama putaran Pertandingan
20 menit Pertandingan (yang terdiri dari 10 menit x 2 babak) dengan interval 4 menit halftime.
* Jika pertandingan berakhir seri/draw, tendangan penalti akan diambil untuk menentukan pemenang (ekstra waktu tidak akan diputar).
Metode untuk penentuan peringkat pertama sepanjang pertandingan :
* Selama putaran pertama pertandingan, 3 poin untuk menang, 1 poin untuk Seri dan 0 untuk kekalahan. Peringkat setiap tim di setiap grup akan didasarkan pada masing-masing tim kumulatif total poin. Jika dua atau lebih tim yang sama jumlah poin, peringkat mereka akan ditentukan sebagai berikut:
a) lebih banyak poin yang diperoleh untuk masing-masing tim dalam kelompok
b) perbedaan Goal untuk masing-masing tim dalam kelompok
c) lebih banyak nilai untuk Goal masing-masing tim dalam kelompok
d) perbedaan Goal yang dihasilkan dari semua kelompok yang bertanding
e) lebih banyak gol di semua grup dinilai pertandingan
Pertandingan tidak dapat dilaksanakan atau dibatalkan dengan alasan disebabkan ke salah satu tim (WO), yang bertanding akan dicatat sebagai 0-3 melawan tim defaulting.
Informasi Pendaftaran
Pendaftaran, Silahkan Hubungi deddyfastmadhi@plasa.com. A.Nendi 021-92580245, atau Deddy 08818134361, 021-95098395. Semua Pendaftaran diterima setelah pengumuman ini. Paling lambat Pendaftaran Hari –H Pertandingan.
Iuran Pendaftaran
Rp.300.000,-
Modus Kompetisi
Kompetisi akan diputar dalam putaran pertama Pertandingan, diikuti oleh Semi final dan Final
* Putaran Pertama 12 tim yang akan dibagi menjadi 3 Grup dari 4 tim. Sistem Permainan, masing-masing satu tim bermain sesuai terhadap masing-masing tim lainnya di grup yang sama. Peringkat setiap tim di setiap grup akan ditentukan.
* Semi final adalah 3 Tim Juara Grup + 1 Runner Up terbaik yang akan dibagi menjadi 2 Pertandingan didasarkan pada hasil putaran pertama Pertandingan. Semua Pertandingan akan dimainkan dengan sistem knock-out.
Durasi Pertandingan
* Pertama putaran Pertandingan
20 menit Pertandingan (yang terdiri dari 10 menit x 2 babak) dengan interval 4 menit halftime.
* Jika pertandingan berakhir seri/draw, tendangan penalti akan diambil untuk menentukan pemenang (ekstra waktu tidak akan diputar).
Metode untuk penentuan peringkat pertama sepanjang pertandingan :
* Selama putaran pertama pertandingan, 3 poin untuk menang, 1 poin untuk Seri dan 0 untuk kekalahan. Peringkat setiap tim di setiap grup akan didasarkan pada masing-masing tim kumulatif total poin. Jika dua atau lebih tim yang sama jumlah poin, peringkat mereka akan ditentukan sebagai berikut:
a) lebih banyak poin yang diperoleh untuk masing-masing tim dalam kelompok
b) perbedaan Goal untuk masing-masing tim dalam kelompok
c) lebih banyak nilai untuk Goal masing-masing tim dalam kelompok
d) perbedaan Goal yang dihasilkan dari semua kelompok yang bertanding
e) lebih banyak gol di semua grup dinilai pertandingan
Pertandingan tidak dapat dilaksanakan atau dibatalkan dengan alasan disebabkan ke salah satu tim (WO), yang bertanding akan dicatat sebagai 0-3 melawan tim defaulting.
Informasi Pendaftaran
Pendaftaran, Silahkan Hubungi deddyfastmadhi@plasa.com. A.Nendi 021-92580245, atau Deddy 08818134361, 021-95098395. Semua Pendaftaran diterima setelah pengumuman ini. Paling lambat Pendaftaran Hari –H Pertandingan.
Iuran Pendaftaran
Rp.300.000,-
Langganan:
Postingan (Atom)
Pengikut
Mengenai Saya
- festival sepak bola seri jakarta
- saya dulu kuliah di Penutradaraan film (IKJ), administrasi negara. lepas kuliah kerja jadi asisten sutradara, unit manager, manager produksi, sutradara sinetron misteri.Buat SSB FC Faste Academy, Medco, Suratin, Divisi 3 PS Kepulauan Seribu Pengda PSSI DKI Jaya.