FAMILY FC
Minggu, 18 Oktober 2009
18 oktober 2009
09.40 babak semi final
festival sepakbola u-14 seri 1 jakarta/2009
Garuda Putra 0 VS 1 (Wahyu no.26) Bina Taruna
Tunas Patriot A 0 VS 2 (Ikrom no.13, Bahri no.8) MC Utama Arcici
Final
Bina Taruna 0 VS 1 (Ikrom no.13) MC Utama Arcici
Juara 1 : MC Utama Arcici
Juara 2 : Bina taruna
Topskor : Ikrom (4 Goal)
09.40 babak semi final
festival sepakbola u-14 seri 1 jakarta/2009
Garuda Putra 0 VS 1 (Wahyu no.26) Bina Taruna
Tunas Patriot A 0 VS 2 (Ikrom no.13, Bahri no.8) MC Utama Arcici
Final
Bina Taruna 0 VS 1 (Ikrom no.13) MC Utama Arcici
Juara 1 : MC Utama Arcici
Juara 2 : Bina taruna
Topskor : Ikrom (4 Goal)
Sabtu, 17 Oktober 2009
Pedoman Festival
Modus Kompetisi
Kompetisi akan diputar dalam putaran pertama Pertandingan, diikuti oleh Semi final dan Final
* Putaran Pertama 12 tim yang akan dibagi menjadi 4 Grup dari 3 tim. Sistem Permainan, masing-masing satu tim bermain sesuai terhadap masing-masing tim lainnya di grup yang sama. Peringkat setiap tim di setiap grup akan ditentukan.
* Semi final adalah 4 Tim Juara Grup yang akan dibagi menjadi 2 Pertandingan didasarkan pada hasil putaran pertama Pertandingan. Semua Pertandingan akan dimainkan dengan sistem knock-out.
Durasi Pertandingan
* Pertama putaran Pertandingan
24 menit Pertandingan (yang terdiri dari 12 menit x 2 babak) dengan interval 4 menit halftime.
* Jika pertandingan berakhir seri/draw, tendangan penalti akan diambil untuk menentukan pemenang (ekstra waktu tidak akan diputar).
Metode untuk penentuan peringkat pertama sepanjang pertandingan :
* Selama putaran pertama pertandingan, 3 poin untuk menang, 1 poin untuk Seri dan 0 untuk kekalahan. Peringkat setiap tim di setiap grup akan didasarkan pada masing-masing tim kumulatif total poin. Jika dua atau lebih tim yang sama jumlah poin, peringkat mereka akan ditentukan sebagai berikut:
a) lebih banyak poin yang diperoleh untuk masing-masing tim dalam kelompok
b) perbedaan Goal untuk masing-masing tim dalam kelompok
c) lebih banyak nilai untuk Goal masing-masing tim dalam kelompok
d) perbedaan Goal yang dihasilkan dari semua kelompok yang bertanding
e) lebih banyak gol di semua grup dinilai pertandingan
Pertandingan tidak dapat dilaksanakan atau dibatalkan dengan alasan disebabkan ke salah satu tim (WO), yang bertanding akan dicatat sebagai 0-3 melawan tim defaulting.
Informasi Pendaftaran
Pendaftaran, Silahkan Hubungi deddyfastmadhi@plasa.com. Deddy 08818134361, 021-95098395. Semua Pendaftaran diterima setelah pengumuman ini. Paling lambat Pendaftaran Hari –H Pertandingan.
Iuran Pendaftaran
Rp.300.000,-
FESTIVAL SEPAK BOLA JAKARTA SERI 1
Registrasi Detil: (Harus di isi)
Nama
Tempat/Tgl Lahir
Posisi
Tim/ SSB
Alamat
Kecamatan
Kota
Kode Pos
Negara
Aalamat Email
No Telp
No Handphone
Catatan:
1. Bila terjadi Force majeur, pertandingan diundur akan diberitahukan H-2 sebelum Hari Pertandingan
2. Pendaftaran bisa dilakukan lewat Handphone/ atau SMS
3. Bila Peserta tidak dapat hadir pas teknikal meeting, semua keputusan tim masuk grup mana, ada ditangan Panpel.
4. Screening data pemain cukup dengan Copy data, kami percaya kejujuran umur pemain ada di hati peserta.
FESTIVAL SEPAK BOLA U-11 JAKARTA SERI 1/2009
SUSUNAN OFFICIAL TIM DAN PEMAIN
TIM: …………………………………
NO NAMA JABATAN
1 Manajer
2 Head Coach
3 Coach
4 Coach
DAFTAR PEMAIN
NO NAMA TEMPAT/TGL LAHIR POSISI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Jakarta, …………………………………
……………………………………………
Manajer Tim
Modus Kompetisi
Kompetisi akan diputar dalam putaran pertama Pertandingan, diikuti oleh Semi final dan Final
* Putaran Pertama 12 tim yang akan dibagi menjadi 4 Grup dari 3 tim. Sistem Permainan, masing-masing satu tim bermain sesuai terhadap masing-masing tim lainnya di grup yang sama. Peringkat setiap tim di setiap grup akan ditentukan.
* Semi final adalah 4 Tim Juara Grup yang akan dibagi menjadi 2 Pertandingan didasarkan pada hasil putaran pertama Pertandingan. Semua Pertandingan akan dimainkan dengan sistem knock-out.
Durasi Pertandingan
* Pertama putaran Pertandingan
24 menit Pertandingan (yang terdiri dari 12 menit x 2 babak) dengan interval 4 menit halftime.
* Jika pertandingan berakhir seri/draw, tendangan penalti akan diambil untuk menentukan pemenang (ekstra waktu tidak akan diputar).
Metode untuk penentuan peringkat pertama sepanjang pertandingan :
* Selama putaran pertama pertandingan, 3 poin untuk menang, 1 poin untuk Seri dan 0 untuk kekalahan. Peringkat setiap tim di setiap grup akan didasarkan pada masing-masing tim kumulatif total poin. Jika dua atau lebih tim yang sama jumlah poin, peringkat mereka akan ditentukan sebagai berikut:
a) lebih banyak poin yang diperoleh untuk masing-masing tim dalam kelompok
b) perbedaan Goal untuk masing-masing tim dalam kelompok
c) lebih banyak nilai untuk Goal masing-masing tim dalam kelompok
d) perbedaan Goal yang dihasilkan dari semua kelompok yang bertanding
e) lebih banyak gol di semua grup dinilai pertandingan
Pertandingan tidak dapat dilaksanakan atau dibatalkan dengan alasan disebabkan ke salah satu tim (WO), yang bertanding akan dicatat sebagai 0-3 melawan tim defaulting.
Informasi Pendaftaran
Pendaftaran, Silahkan Hubungi deddyfastmadhi@plasa.com. Deddy 08818134361, 021-95098395. Semua Pendaftaran diterima setelah pengumuman ini. Paling lambat Pendaftaran Hari –H Pertandingan.
Iuran Pendaftaran
Rp.300.000,-
FESTIVAL SEPAK BOLA JAKARTA SERI 1
Registrasi Detil: (Harus di isi)
Nama
Tempat/Tgl Lahir
Posisi
Tim/ SSB
Alamat
Kecamatan
Kota
Kode Pos
Negara
Aalamat Email
No Telp
No Handphone
Catatan:
1. Bila terjadi Force majeur, pertandingan diundur akan diberitahukan H-2 sebelum Hari Pertandingan
2. Pendaftaran bisa dilakukan lewat Handphone/ atau SMS
3. Bila Peserta tidak dapat hadir pas teknikal meeting, semua keputusan tim masuk grup mana, ada ditangan Panpel.
4. Screening data pemain cukup dengan Copy data, kami percaya kejujuran umur pemain ada di hati peserta.
FESTIVAL SEPAK BOLA U-11 JAKARTA SERI 1/2009
SUSUNAN OFFICIAL TIM DAN PEMAIN
TIM: …………………………………
NO NAMA JABATAN
1 Manajer
2 Head Coach
3 Coach
4 Coach
DAFTAR PEMAIN
NO NAMA TEMPAT/TGL LAHIR POSISI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Jakarta, …………………………………
……………………………………………
Manajer Tim
FESTIVAL SEPAK BOLA (U-11) SERI 1 JAKARTA
Festival Sepak Bola (U-11) Jakarta Seri 1/ 2009
Tema: Pembinaan Sekolah Sepak Bola dengan Kompetisi untuk kuantitas Pertandingan
Date: 01 Nopember 2009
Tempat: Stadion
Panduan
1. Objektif
Memberikan kontribusi untuk meningkatkan kemampuan kompetitif dan budidaya generasi berikutnya dari pemain sepak bola, dengan kuantitas pertandingan yang teratur dan terjadwal tiap bulan. Seumur hidup hal ini akan mencakup pembangunan dan karakter perkembangan sepakbola pemain muda aspiring melalui pengembangan kemampuan teknis dan mental melalui keteguhan kedalaman sepak bola dan saling pengertian yang berbatasan transcends nasional dengan kompetisi yang ketat.
2. Usia Pemain : 01 Januari 1998 s/d 01 Januari1999
3. Moderator
FC Faste Academy, Komunikasi Sekolah Sepak Bola Indonesia
4. Supervisor
Dinas Olahraga Dan Pemuda DKI Jakarta
5. Pendukung
Pengelola Stadion Sepak Bola
6. Kerjasama
Semua Pihak yang mendukung program pembinaan rutin ini.
7. Sponsor
Proses
8. Schedule dan Program
Jumat (30 Oktober 2009) Jam 15.30 Tekhnikal meeting
Minggu (01 Nopember 2009) Jam 08.00 s/d selesai Pertandingan
9. Peserta
Sekolah Sepak Bola (12 tim)
Tema: Pembinaan Sekolah Sepak Bola dengan Kompetisi untuk kuantitas Pertandingan
Date: 01 Nopember 2009
Tempat: Stadion
Panduan
1. Objektif
Memberikan kontribusi untuk meningkatkan kemampuan kompetitif dan budidaya generasi berikutnya dari pemain sepak bola, dengan kuantitas pertandingan yang teratur dan terjadwal tiap bulan. Seumur hidup hal ini akan mencakup pembangunan dan karakter perkembangan sepakbola pemain muda aspiring melalui pengembangan kemampuan teknis dan mental melalui keteguhan kedalaman sepak bola dan saling pengertian yang berbatasan transcends nasional dengan kompetisi yang ketat.
2. Usia Pemain : 01 Januari 1998 s/d 01 Januari1999
3. Moderator
FC Faste Academy, Komunikasi Sekolah Sepak Bola Indonesia
4. Supervisor
Dinas Olahraga Dan Pemuda DKI Jakarta
5. Pendukung
Pengelola Stadion Sepak Bola
6. Kerjasama
Semua Pihak yang mendukung program pembinaan rutin ini.
7. Sponsor
Proses
8. Schedule dan Program
Jumat (30 Oktober 2009) Jam 15.30 Tekhnikal meeting
Minggu (01 Nopember 2009) Jam 08.00 s/d selesai Pertandingan
9. Peserta
Sekolah Sepak Bola (12 tim)
Jumat, 16 Oktober 2009
Hampir setiap Kabupaten/kota itu punya stadion. Memang skalanya kecil/mini yang sesuai dengan jumlah penduduk suatu daerah tersebut. Kemudian kondisi sosio politik kita saat ini adalah otonomi daerah yang menitikberatkan pada Kabupaten dan Kota. Dan memang diarahkan bahwa sepakbola bisa menjadi bagian dari pembangunan di daerah.
Kita tentu tidak akan memprediksikan setiap kabupaten dan kota itu punya klub kaya, tapi di setiap kabupaten kota itu ada.
Kita jangan berasumsi sponsornya akan besar-besar. dengan sponsor kecilpun sebenarnya sepakbola bisa hidup dengan scope yang kecil juga. Jadi kita coba dalam pemberdayaan masyarakat sekitar untuk pengembangan sepakbola. Bagaimana pun kabupaten dan kota itu juga sasaran pemasaran bagi produk-produk. Jadi bisa dimanfaatkan lah. Artinya dengan area yang kecil tentu nilai sponsornya disesuaikan. Memang nantinya ada klub/tim besar di provinsi itu yang nantinya akan jadi langganan maju ke tingkat nasional. tapi itu tidak masalah. Dengan dia bertanding ke kabupaten kota, dia akan mendapat nilai lebih oleh sponsornya.
Kemudian juga, kita mendidik sponsor-sponsor lokal untuk menggunakan sepakbola bagi brand image mereka.
Kita tentu tidak akan memprediksikan setiap kabupaten dan kota itu punya klub kaya, tapi di setiap kabupaten kota itu ada.
Kita jangan berasumsi sponsornya akan besar-besar. dengan sponsor kecilpun sebenarnya sepakbola bisa hidup dengan scope yang kecil juga. Jadi kita coba dalam pemberdayaan masyarakat sekitar untuk pengembangan sepakbola. Bagaimana pun kabupaten dan kota itu juga sasaran pemasaran bagi produk-produk. Jadi bisa dimanfaatkan lah. Artinya dengan area yang kecil tentu nilai sponsornya disesuaikan. Memang nantinya ada klub/tim besar di provinsi itu yang nantinya akan jadi langganan maju ke tingkat nasional. tapi itu tidak masalah. Dengan dia bertanding ke kabupaten kota, dia akan mendapat nilai lebih oleh sponsornya.
Kemudian juga, kita mendidik sponsor-sponsor lokal untuk menggunakan sepakbola bagi brand image mereka.
Klub indonesia punya team scouting? kalaupun ada saya rasa tidak pantas disebut scoute. Yg ada adalah klub2 di indonesia mendapat tawaran dari agent, pelatih kepala setuju, harga setujua, kemudian deal. Itulah yg terjadi.
Pembinaan usia dini ini menyangkut pembinaan pemain amatir.. sementara di Klub itu adalah pembinaan pemain profesional.
Perbedaan negara kita dan negara lain adalah pada faktor jumlah penduduk dan faktor luas wilayah.
Selain itu adalah, kondisi riil dari pembinaan usia dini di negara kita saat ini. ditambah dengan kondisi riil dari klub-klub yang menyatakan diri sebagai klub profesional. Peran pembinaan dan peran profesional boleh saja dipisah.
Kalau kekuatan yang sudah ada sekarang dirombak, maka sangat disayangkan potensi inisiatif dari warga masyarakat yang sudah mau untuk membentuk SSB-SSB sebagai pola mengembangan dan pembinaan usia dini di tanah air. Jika ini dibebankan kepada Klub-klub, sementara untuk mengurus tim senior saja mereka sudah kalang-kabut, maka jika dipaksakan akan menghancurkan semua.
Jadi tidak ada yang salah dengan pemisahan ini. Kalaupun klub mau membuat tim yunior atau SSB, ya silahkan saja. Tapi animo, inisiatif dan apa yang sudah ada dan cukup solid di tingkat bawah yagn ada sekarang tidak perlu juga di singkirkan.
Pembinaan usia dini ini menyangkut pembinaan pemain amatir.. sementara di Klub itu adalah pembinaan pemain profesional.
Perbedaan negara kita dan negara lain adalah pada faktor jumlah penduduk dan faktor luas wilayah.
Selain itu adalah, kondisi riil dari pembinaan usia dini di negara kita saat ini. ditambah dengan kondisi riil dari klub-klub yang menyatakan diri sebagai klub profesional. Peran pembinaan dan peran profesional boleh saja dipisah.
Kalau kekuatan yang sudah ada sekarang dirombak, maka sangat disayangkan potensi inisiatif dari warga masyarakat yang sudah mau untuk membentuk SSB-SSB sebagai pola mengembangan dan pembinaan usia dini di tanah air. Jika ini dibebankan kepada Klub-klub, sementara untuk mengurus tim senior saja mereka sudah kalang-kabut, maka jika dipaksakan akan menghancurkan semua.
Jadi tidak ada yang salah dengan pemisahan ini. Kalaupun klub mau membuat tim yunior atau SSB, ya silahkan saja. Tapi animo, inisiatif dan apa yang sudah ada dan cukup solid di tingkat bawah yagn ada sekarang tidak perlu juga di singkirkan.
Sekarang yang menjadi pertanyaan, pemain yunior yang mana yang harus masuk ke Tim Liga? Kenapa Liga hanya mau menerima pemain jadi.. karena memang mereka dirancang untuk itu.. Untuk urusan pembinaan bukan tugas mereka lagi.
Sekarang kalau dipaksakan mereka merekrut pemain muda.. apakah mereka akan mengajari teknik dasar dulu. ga mungkin kan? Kalau ada kompetisi di tingkat usia muda sampai level yunior usia 18 atau 19 tahun, maka pemain itu merupakan pemain yang sudah matang dan ditempa oleh kompetisi yang ketat dari usia yang sangat muda. Sehingga klub-klub yang katanya profesional di level liga Indonesia bahkan luar negeri tidak perlu dipaksa pasti akan memakai pemain-pemain muda ini.
Jadi yang penting itu adalah, bagaimana menyiapkan pemain ini menjadi pemain yang sesuai dengan kebutuhan Liga. Bukan memaksa liga memakai pemain yang belum jadi.
Sekarang kalau kita paksakan mereka punya talent scouting.. mereka akan memantau bakat dimana? melihat orang main bola di lapangan tanpa arahan? itu ga bakalan bisa melihat bakat. jadi ajang untuk kompetisi yunior tetap perlu. Disanalah talent scouting tim-tim Liga bahkan tim2 dari luar negeri bekerja. Sekarang mana ada kompetisi yunior yang layak dipantau. Coba liat Piala Medco dan Piala Suratin hasil pemandu bakatnya. Ga ada hasilnya. Malah PSSI lagi yang memandu bakat untuk tim nasional. Pengalaman Tim Nas di Belanda dengan Pope de Haan sebagai contoh. BAgaimana Pelatih Belanda itu geleng-geleng kepala dengan kualitas pemain yang dikirim kesana. Padahal itu sudah pilihan secara nasional.
Kenapa pembinaan ini tidak bisa diserahkan kepada klub-klub yang beredar di liga? kondisi riil saat ini, untuk mengurus dirinya sendiri dengan klub senior saja mereka sudah kucar-kacir. Apa mungkin ini akan diberikan peran tambahan lagi membina tim yunior?
Kondisi riil di masyarakat sepakbola saat ini adalah, pembinaan yunior ini telah dilakukan inisiatif oleh kelompok-kelompok masyarakat melalui SSB atau klub-klub kampung. Ini saja yang dibina dan di arahkan menjadi sebuah kompetisi. Sehingga akan terjadi pemisahan antara pembinaan yunior dengan pembinaan senior. Ibarat dalam sebuah Industri, ada pabrik ada pasar. Pabrik akan mencetak produk, dan pasar akan memasarkan produk
Inilah indahnya sepakbola khas Indonesia. Sehingga banyaknya jumlah pendduduk bisa saling mengambil peran. Kasus Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara-negara lain. Namun prinsip-prinsip kuncinya tetap sama.
Sekarang kalau dipaksakan mereka merekrut pemain muda.. apakah mereka akan mengajari teknik dasar dulu. ga mungkin kan? Kalau ada kompetisi di tingkat usia muda sampai level yunior usia 18 atau 19 tahun, maka pemain itu merupakan pemain yang sudah matang dan ditempa oleh kompetisi yang ketat dari usia yang sangat muda. Sehingga klub-klub yang katanya profesional di level liga Indonesia bahkan luar negeri tidak perlu dipaksa pasti akan memakai pemain-pemain muda ini.
Jadi yang penting itu adalah, bagaimana menyiapkan pemain ini menjadi pemain yang sesuai dengan kebutuhan Liga. Bukan memaksa liga memakai pemain yang belum jadi.
Sekarang kalau kita paksakan mereka punya talent scouting.. mereka akan memantau bakat dimana? melihat orang main bola di lapangan tanpa arahan? itu ga bakalan bisa melihat bakat. jadi ajang untuk kompetisi yunior tetap perlu. Disanalah talent scouting tim-tim Liga bahkan tim2 dari luar negeri bekerja. Sekarang mana ada kompetisi yunior yang layak dipantau. Coba liat Piala Medco dan Piala Suratin hasil pemandu bakatnya. Ga ada hasilnya. Malah PSSI lagi yang memandu bakat untuk tim nasional. Pengalaman Tim Nas di Belanda dengan Pope de Haan sebagai contoh. BAgaimana Pelatih Belanda itu geleng-geleng kepala dengan kualitas pemain yang dikirim kesana. Padahal itu sudah pilihan secara nasional.
Kenapa pembinaan ini tidak bisa diserahkan kepada klub-klub yang beredar di liga? kondisi riil saat ini, untuk mengurus dirinya sendiri dengan klub senior saja mereka sudah kucar-kacir. Apa mungkin ini akan diberikan peran tambahan lagi membina tim yunior?
Kondisi riil di masyarakat sepakbola saat ini adalah, pembinaan yunior ini telah dilakukan inisiatif oleh kelompok-kelompok masyarakat melalui SSB atau klub-klub kampung. Ini saja yang dibina dan di arahkan menjadi sebuah kompetisi. Sehingga akan terjadi pemisahan antara pembinaan yunior dengan pembinaan senior. Ibarat dalam sebuah Industri, ada pabrik ada pasar. Pabrik akan mencetak produk, dan pasar akan memasarkan produk
Inilah indahnya sepakbola khas Indonesia. Sehingga banyaknya jumlah pendduduk bisa saling mengambil peran. Kasus Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara-negara lain. Namun prinsip-prinsip kuncinya tetap sama.
bahwa kita selama ini tidak pernah membina sponsor. Kita selalu melihat bahwa sponsor itu seperti Djaxxm yg memberikan nilai milyaran. Kita lupa bahwa prinsip gotong royong dalam membangun sepakbola ini juga perlu dikembangkan. Coba bayangkan sebuah toko emas di sebuah pasar di kota kabupaten, bisa saja mengambil slot adboard dipinggir lapangan dengan harga 10jt setahun. Dan mereka akan mendapatkan slot adboard sepanjang 2m, berarti 1 m dihargai 5jt. jika keliling lapangan sepakbola yang bisa diletakkan adboard sepajanjang 300m, maka akan terkumpul nilai sponsor dari adboard itu sebesar 1,5 Milyar. Nilai segini cukuplah untuk membiayai klub kecil di kota kabupaten itu.
andragogy
secara prinsip, pendidikan di usia dewasa itu haruslah menggunakan prinsip belajar andragogy. Sistem pendidikan yang lebih banyak praktek, menemukan kesimpulan sendiri sehingga proses transfer knowledgenya lebih banyak didapat dari penemuan di lapangan bukan belajar di kelas. Makanya dalam pendidikan di tingkat mahasiswa keatas, lebih diarahkan pada pendidikan yang inisiatif sendiri, dibandingkan dengan pendidikan anak SD yang harus dibawah bimbingan guru.
Pelatih adalah termasuk orang dewasa. Makanya cara pendidikannya harus andragogy. Sekarang, bagaimana caranya para pelatih kita itu untuk mengasah kemampuannya jika mereka tidak pernah melatih tim dalam kompetisi. Padahal mereka perlu melakukan percobaan-percobaan dan mengasah kemampuan melatihnya. Kebanyakan pelatih kita, setelah lulus D Lisence setelah itu melatih di SSBnya, tanpa diuji apakah pola latihannya itu benar dan baik, yang dibuktikan dalam pertandingan. Setelah itu mereka ikut lagi C Lisence, karena dia rajin membaca dan dekat dengan instruktur, maka lulus lah si Pelatih tadi. Begitu sampai Lisence A. Kapan kita mendapatkan pelatih yang baik.
Intinya memang pelatih juga harus ditempa dalam kompetisi yang ketat, supaya ilmu mereka lebih berkembang dan pola latihannya bisa dilakukan dengan benar. Dan ketika dia mendapat D lisence, dia harus terjun ke kompetisi, ya tentu kompetisi level usia muda. Tapi yang terjadi tidak ada kompetisi yang ketat untuk level itu. Maka jadilah pelatih kita seperti sekarang ini.
Pelatih adalah termasuk orang dewasa. Makanya cara pendidikannya harus andragogy. Sekarang, bagaimana caranya para pelatih kita itu untuk mengasah kemampuannya jika mereka tidak pernah melatih tim dalam kompetisi. Padahal mereka perlu melakukan percobaan-percobaan dan mengasah kemampuan melatihnya. Kebanyakan pelatih kita, setelah lulus D Lisence setelah itu melatih di SSBnya, tanpa diuji apakah pola latihannya itu benar dan baik, yang dibuktikan dalam pertandingan. Setelah itu mereka ikut lagi C Lisence, karena dia rajin membaca dan dekat dengan instruktur, maka lulus lah si Pelatih tadi. Begitu sampai Lisence A. Kapan kita mendapatkan pelatih yang baik.
Intinya memang pelatih juga harus ditempa dalam kompetisi yang ketat, supaya ilmu mereka lebih berkembang dan pola latihannya bisa dilakukan dengan benar. Dan ketika dia mendapat D lisence, dia harus terjun ke kompetisi, ya tentu kompetisi level usia muda. Tapi yang terjadi tidak ada kompetisi yang ketat untuk level itu. Maka jadilah pelatih kita seperti sekarang ini.
Kamis, 15 Oktober 2009
Peran Defend, Support dan Attack
Pada saat kita mulai merancang taktik, maka hal pertama yang kita lakukan adalah merencanakan peran/role pemain yang ada didalam formasi kita. Jadi penerapan peran/role pemain sebetulnya merupakan langkah fundamental pertama kita dalam perancangan taktik. Setelah memahami tentang pembagian peran pemain pada gelandang dan penyerang, kini kita akan beranjak pada penerapan peran pada satu set taktik (Bertahan, Standar, Menyerang).
Di dalam taktik ada 3 peran/role mendasar yang diterapkan pada pemain:
Defend: Pemain memprioritaskan fokusnya pada tugas bertahan.
Support: Pemain akan melakukan kedua tugas: bertahan dan menyerang.
Attack: Pemain memprioritaskan fokusnya pada tugas menyerang.
Setiap taktik tanpa terkecuali, selalu membutuhkan cukup pemain dalam bertahan dan cukup pemain dalam menyerang untuk menjadi stabil. Taktik jenis menyerang membutuhkan lebih banyak pemain dengan peran Attack demikian pula sebaliknya taktik jenis bertahan membutuhkan lebih banyak pemain dengan peran Defend. Biasanya peran pemain dalam taktik akan seperti ini:
JenisTaktik Peran
Defend Peran
Support Peran
Attack
Bertahan 5 2 3
Standar 3 4 3
Menyerang 3 2 5
Jika kita perhatikan baik-baik, taktik bertahan mempunyai 5 defend dan 2 Support sedangkan taktik Standar punya 3 Defend dan 4 support. Ini berarti ada 2 pemain yang pada saat taktik bertahan berperan sebagai Defend sedangkan pada saat taktik Standar 2 pemain ini berubah peran menjadi Support. Demikian juga pada saat taktik Menyerang, 2 pemain ini sekarang berperan sebagai Attack. Jadi 2 pemain ini merupakan pemain berperan tidak tetap, mengambang, tergantung jenis taktik yang diterapkan. Untuk mudahnya kita menyebutnya floaters (pemain yang mengambang).
Sebagai manager, anda lah yang menentukan pemain manakah yang menjadi 'floaters'. Namun biasanya dalam hampir setiap formasi umum seperti 5-3-2, 4-4-2, 4-3-3, 4-5-1, 2 pemain 'floaters' yang dimaksud adalah kedua Full Back atau Wing Back. Untuk formasi tanpa full back, seorang manager harus lebih kreatif lagi dalam menentukan pemain yang diinginkannya menjadi 'floaters'. Saat anda telah menentukan mana pemain 'floaters', maka akan menjadi lebih mudah dalam melanjutkan penentuan instruksi pemain sampai pada perancangan 1 set taktik (Bertahan, Standar, Menyerang).
Taktik Bertahan
5 Defend (kuning)
2 Support (Biru)
3 Attack (Merah)
Pada taktik ini dua full back (DL dan DR) memainkan peran Defend bersama 2 bek tengah (DC) dan 1 gelandang tengah bertahan (MCd).
Peran Support dimainkan oleh 1 gelandang tengah menyerang (MCa) dan 1 penyerang gantung (FCd).
Sedangkan peran Attack dimainkan oleh kedua gelandang sayap (ML dan MR) dan satu striker (FCa).
Taktik Standar
3 Defend (kuning)
4 Support (Biru)
3 Attack (Merah)
Pada taktik ini peran Defend dimainkan oleh 2 bek tengah (DC) dan 1 gelandang tengah bertahan(MCd).
Sedangkan kedua full back (DL dan DR) kini berubah memainkan peran Suport bersama dengan 1 gelandan tengah menyerang (MCa) dan 1 penyerang gantung (FCd).
Peran Attack diterapkan pada kedua gelandang sayap (ML dan MR) dan satu striker (FCa)
Taktik Menyerang
3 Defend (kuning)
2 Support (Biru)
5 Attack (Merah)
Pada taktik ini peran Defend dimainkan oleh 2 bek tengah (DC) dan 1 gelandang tengah bertahan (MCd).
Peran Support kepada satu gelandang tengah menyerang (MCa) dan satu penyerang gantung (FCd).
Terakhir, kedua full back (DL dan DR) kini memainkan peran Attack bersama kedua gelandang sayap (ML dan MR) serta satu striker (FCa)
Penutup
Contoh diatas tidaklah baku. Anda bisa saja menciptakan taktik set dengan pembagian peran gaya anda sendiri. Harap diingat bahwa contoh diatas belum termasuk pembagian peran DC (jika anda mau menerapkan sistem sweeper/libero), atau pembagian peran lainnya seperti halnya peran pemain spesialis.
Di dalam taktik ada 3 peran/role mendasar yang diterapkan pada pemain:
Defend: Pemain memprioritaskan fokusnya pada tugas bertahan.
Support: Pemain akan melakukan kedua tugas: bertahan dan menyerang.
Attack: Pemain memprioritaskan fokusnya pada tugas menyerang.
Setiap taktik tanpa terkecuali, selalu membutuhkan cukup pemain dalam bertahan dan cukup pemain dalam menyerang untuk menjadi stabil. Taktik jenis menyerang membutuhkan lebih banyak pemain dengan peran Attack demikian pula sebaliknya taktik jenis bertahan membutuhkan lebih banyak pemain dengan peran Defend. Biasanya peran pemain dalam taktik akan seperti ini:
JenisTaktik Peran
Defend Peran
Support Peran
Attack
Bertahan 5 2 3
Standar 3 4 3
Menyerang 3 2 5
Jika kita perhatikan baik-baik, taktik bertahan mempunyai 5 defend dan 2 Support sedangkan taktik Standar punya 3 Defend dan 4 support. Ini berarti ada 2 pemain yang pada saat taktik bertahan berperan sebagai Defend sedangkan pada saat taktik Standar 2 pemain ini berubah peran menjadi Support. Demikian juga pada saat taktik Menyerang, 2 pemain ini sekarang berperan sebagai Attack. Jadi 2 pemain ini merupakan pemain berperan tidak tetap, mengambang, tergantung jenis taktik yang diterapkan. Untuk mudahnya kita menyebutnya floaters (pemain yang mengambang).
Sebagai manager, anda lah yang menentukan pemain manakah yang menjadi 'floaters'. Namun biasanya dalam hampir setiap formasi umum seperti 5-3-2, 4-4-2, 4-3-3, 4-5-1, 2 pemain 'floaters' yang dimaksud adalah kedua Full Back atau Wing Back. Untuk formasi tanpa full back, seorang manager harus lebih kreatif lagi dalam menentukan pemain yang diinginkannya menjadi 'floaters'. Saat anda telah menentukan mana pemain 'floaters', maka akan menjadi lebih mudah dalam melanjutkan penentuan instruksi pemain sampai pada perancangan 1 set taktik (Bertahan, Standar, Menyerang).
Taktik Bertahan
5 Defend (kuning)
2 Support (Biru)
3 Attack (Merah)
Pada taktik ini dua full back (DL dan DR) memainkan peran Defend bersama 2 bek tengah (DC) dan 1 gelandang tengah bertahan (MCd).
Peran Support dimainkan oleh 1 gelandang tengah menyerang (MCa) dan 1 penyerang gantung (FCd).
Sedangkan peran Attack dimainkan oleh kedua gelandang sayap (ML dan MR) dan satu striker (FCa).
Taktik Standar
3 Defend (kuning)
4 Support (Biru)
3 Attack (Merah)
Pada taktik ini peran Defend dimainkan oleh 2 bek tengah (DC) dan 1 gelandang tengah bertahan(MCd).
Sedangkan kedua full back (DL dan DR) kini berubah memainkan peran Suport bersama dengan 1 gelandan tengah menyerang (MCa) dan 1 penyerang gantung (FCd).
Peran Attack diterapkan pada kedua gelandang sayap (ML dan MR) dan satu striker (FCa)
Taktik Menyerang
3 Defend (kuning)
2 Support (Biru)
5 Attack (Merah)
Pada taktik ini peran Defend dimainkan oleh 2 bek tengah (DC) dan 1 gelandang tengah bertahan (MCd).
Peran Support kepada satu gelandang tengah menyerang (MCa) dan satu penyerang gantung (FCd).
Terakhir, kedua full back (DL dan DR) kini memainkan peran Attack bersama kedua gelandang sayap (ML dan MR) serta satu striker (FCa)
Penutup
Contoh diatas tidaklah baku. Anda bisa saja menciptakan taktik set dengan pembagian peran gaya anda sendiri. Harap diingat bahwa contoh diatas belum termasuk pembagian peran DC (jika anda mau menerapkan sistem sweeper/libero), atau pembagian peran lainnya seperti halnya peran pemain spesialis.
Player Preferred Moves (PPM) adalah kebiasaan pergerakan dan kelakuan pemain di lapangan. Ada PPM yang berguna dan cocok bagi pemain tertentu dan ada pula yang bisa merugikan, mari kita simak bersama.
PPM yang tidak sesuai baik dengan posisi maupun tipe pemain bisa berbahaya bagi tim. Tugas manager adalah memantau jika ada PPM seperti itu maka ia sebaiknya meminta sang pemain untuk menghapusnya dari kebiasaanya.
Namun sebaliknya ada kalanya manager melihat bahwa seorang pemain akan semakin bertambah efektif jika ia mempunyai PPM tertentu, maka ia dapat meminta sang pemain untuk mempelajari PPM tersebut (baik belajar sendiri maupun belajar dari rekannya yang lain).
Berikut ini penjelasan PPM yang ada di dalam FM 2009:
Player Preferred Moves (PPM) Keterangan
Run With Ball Down Left Pemain mempunyai kecenderungan untuk
membawa bola dari sisi kiri. Ini PPM yang bagus
bagi gelandang/penyerang sayap kiri.
Run With Ball Down Right Pemain mempunyai kecenderungan untuk
membawa bola dari sisi kanan. Ini PPM yang bagus
bagi gelandang/ penyerang sayap kanan.
Run With Ball Through Center Pemain mempunyai kecenderungan untuk
membawa bola dari tengah lapangan.
Seorang AMC yang bagus akan lebih sempurna jika mempunyai PPM ini.
Get Into Opposition Area Pemain cenderung untuk masuk ke kotak penalti
lawan saat tim sedang menyerang. Ini membuat
pemain ini relatif lebih berbahaya.
Moves Into Channel Pemain cenderung untuk terus bergerak mencari
ruang kosong untuk diumpan oleh rekannya. Ini PPM
yang bagus sekali bagi seorang penyerang/striker,
contohnya Fernando Torres.
Gets Forward Whenever Possible Pemain cenderung untuk maju ikut menyerang,
bahkan walau dengan instruksi forward runs Low.
(+) Ini bagus bagi tim yang sedang menyerang, karena
pemain ini tiba-tiba akan ikut maju menusuk ke depan
yang biasanya tak terkawal.
(-) Tetapi sebaliknya ini buruk bagi tim yang sedang
bertahan, karena pemain ini akan mengabaikan intruksi
bertahannya untuk ikut maju ke depan. (Ini terjadi jika
pemain mempunyai Decision yang rendah).
Plays short simple passes Pemain cenderung hanya melakukan umpan-umpan
sederhana (umpan yang minim resiko terebut
musuh).
Ini PPM bagus bagi seorang DMC/MCd atau
gelandang bertahan karena ia akan cenderung
mengumpan bola kepada rekannya yang lebih kreatif
sehingga membuat serangan tim akan lebih efektif.
Tries killer balls often Pemain cenderung untuk mencoba umpan-umpan
berbahaya, dengan harapan membuat peluang gol.
PPM ini adalah keharusan bagi seorang playmaker yang
baik. Akan lebih berbahaya lagi jika sang pemain
mempunyai atribut passing dan kreativitas tinggi.
Buruk bagi seorang pemain bertahan, apalagi yang
mempunyai passing rendah. Jika ada pemain bertahan
anda yang mempunyai PPM ini, sebaiknya minta dia
untuk mengubah/menghapus kebiasaan ini.
Shoot Long/From Distance Pemain cenderung untuk melakukan tembakan jarak
jauh.
Bagus hanya jika pemain mempunyai Long Shots dan
Finishing yang cukup tinggi.
Tries killer balls often Pemain cenderung untuk mencoba umpan-umpan
berbahaya, dengan harapan membuat peluang gol.
PPM ini adalah keharusan bagi seorang playmaker yang
baik. Akan lebih berbahaya lagi jika sang pemain
mempunyai atribut passing dan kreativitas tinggi.
Buruk bagi seorang pemain bertahan, apalagi yang
mempunyai passing rendah. Jika ada pemain bertahan
anda yang mempunyai PPM ini, sebaiknya minta dia
untuk mengubah/menghapus kebiasaan ini.
Shoot Long/From Distance Pemain cenderung untuk melakukan tembakan jarak
jauh.
Bagus hanya jika pemain mempunyai Long Shots dan
Finishing yang cukup tinggi.
Shoot With Power Pemain cenderung untuk menembak dengan sepenuh
tenaga.
Ini PPM yang cukup baik bagi seorang penyerang
yang mempunyai Finishing tinggi. Tetapi terkadang bisa
menurunkan tingkat keakurasian tembakan.
Places Shots Pemain cenderung untuk menembak dengan akurat.
Ini PPM yang sangat bagus bagi seorang penyerang,
karena akan meningkatkan tingkat akurasi tembakannya.
Curls Ball Pemain cenderung untuk melengkungkan tendangannnya,
baik saat mengumpan maupun saat menembak.
Ini bagus bagi penyerang karena tembakan yang melengkung
terbukti sulit untuk dapat ditangkap seorang kiper.
Likes To Round Keeper Saat berhadapan dengan kiper, pemain cenderung untuk
mencoba melewatinya dahulu sebelum menembak.
Ini PPM yang membuat seorang penyerang lebih efektif saat
berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.
Likes To Try To Break Offside Trap Pemain cenderung untuk mencoba melewati perangkap
offside dengan berlari ke depan pada saat yang tepat.
Bagus bagi seorang penyerang yang mempunyai kecepatan
diatas rata-rata. Buruk bagi pemain yang lambat, karena
kebiasaanya hanya akan menghambat tim saat menyerang.
Argues With Official Pemain cenderung untuk selalu protes dengan wasit.
Ini PPM yang negatif, tak ada faktor positif disini selain hanya
membuat sang pemain sering mendapat kartu.
Like To Lob Keeper Pemain cenderung untuk melob bola melewati jangkauan
kiper lawan saat berhadapan.
PPM yang akan menambah keefektifan pemain saat
berhadapan dengan kiper lawan.
Plays No Through Ball Pemain cenderung untuk tidak melakukan umpan terobosan.
PPM ini bagus bagi pemain bertahan karena akan mengurangi blunder.
Dwells On Ball Pemain cenderung untuk lebih lama menahan bola.
Cukup berguna bagi DMC yang kuat dan bagus yang
diinstruksikan untuk Hold Up Ball, karena akan membuat ia
dapat melihat posisi rekan-rekannya sehingga otomatis
menambah pilihan siapa yang akan diumpan.
Buruk bagi tim yang ingin menyerang dengan cepat dan
berbahaya saat menghadapi pressing lawan yang jauh
lebih kuat, tim akan sering kehilangan bola melalui dia.
karena press
Arrives Late In Opposition Area Pemain cenderung untuk maju masuk ke kotak penalti
lawan pada saat yang tak terduga. Ini versi yang lebih ringan
dari 'Gets Forward Whenever Possible'.
Kedatangannya yang tak terduga akan berbahaya sekali bagi
musuh karena sulit untuk mengawal pemain yang masuk
tiba-tiba. (apalagi jika pemain merupakan pemain bertahan.)
Namun ini juga berbahaya bagi tim karena ia akan
membuat lubang pada pertahanannya sendiri saat ia
maju (untuk pemain bertahan).
Tries To Play Way Out Of Trouble Pemain cenderung untuk lebih berhati-hati saat menghadapi
pemain lawan, berusaha jangan sampai membuat
pelanggaran atau blunder.
Ini PPM yang bagus bagi pemain bertahan, membuat pemain
lebih bisa diandalkan saat bertahan.
Stays Back At All Times Pemain cenderung untuk tidak ikut maju menyerang.
Ini bagus bagi pemain bertahan, paling tidak manager bisa
tenang melihat masih ada satu/dua pemainnya yang
bertahan kalau-kalau ada serangan balik dari lawan.
Dives Into Tackles Pemain cenderung melakukan tekel terhadap lawan.
(+) Pemain akan lebih efektif saat mengawal pemain lawan.
(-) Terkadang ini bisa membahayakan tim, hukuman kartu
pun menjadi langganan si pemain.
TIPS: Berikan instruksi Tackling Easy-Normal pada pemain
yang mempunyai PPM ini.
Doesn't Dives Into Tackles Kebalikan dari PPM diatas. Pemain cenderung untuk tidak
melakukan tekel terhadap lawan.
(+) Bahaya hukuman kartu berkurang.
(-) Pemain tidak melakukan tekel saat itu memang
diperlukan.
Hits Freekicks With Power Pemain cenderung untuk melakukan tendangan keras saat
mengeksekusi tendangan bebas.
Cukup berguna jika pemain memang mempunyai Longshot
dan Freekick yang tinggi. Sebaliknya hanya akan mengurangi
efektivitas tendangan bebas.
PPM yang tidak sesuai baik dengan posisi maupun tipe pemain bisa berbahaya bagi tim. Tugas manager adalah memantau jika ada PPM seperti itu maka ia sebaiknya meminta sang pemain untuk menghapusnya dari kebiasaanya.
Namun sebaliknya ada kalanya manager melihat bahwa seorang pemain akan semakin bertambah efektif jika ia mempunyai PPM tertentu, maka ia dapat meminta sang pemain untuk mempelajari PPM tersebut (baik belajar sendiri maupun belajar dari rekannya yang lain).
Berikut ini penjelasan PPM yang ada di dalam FM 2009:
Player Preferred Moves (PPM) Keterangan
Run With Ball Down Left Pemain mempunyai kecenderungan untuk
membawa bola dari sisi kiri. Ini PPM yang bagus
bagi gelandang/penyerang sayap kiri.
Run With Ball Down Right Pemain mempunyai kecenderungan untuk
membawa bola dari sisi kanan. Ini PPM yang bagus
bagi gelandang/ penyerang sayap kanan.
Run With Ball Through Center Pemain mempunyai kecenderungan untuk
membawa bola dari tengah lapangan.
Seorang AMC yang bagus akan lebih sempurna jika mempunyai PPM ini.
Get Into Opposition Area Pemain cenderung untuk masuk ke kotak penalti
lawan saat tim sedang menyerang. Ini membuat
pemain ini relatif lebih berbahaya.
Moves Into Channel Pemain cenderung untuk terus bergerak mencari
ruang kosong untuk diumpan oleh rekannya. Ini PPM
yang bagus sekali bagi seorang penyerang/striker,
contohnya Fernando Torres.
Gets Forward Whenever Possible Pemain cenderung untuk maju ikut menyerang,
bahkan walau dengan instruksi forward runs Low.
(+) Ini bagus bagi tim yang sedang menyerang, karena
pemain ini tiba-tiba akan ikut maju menusuk ke depan
yang biasanya tak terkawal.
(-) Tetapi sebaliknya ini buruk bagi tim yang sedang
bertahan, karena pemain ini akan mengabaikan intruksi
bertahannya untuk ikut maju ke depan. (Ini terjadi jika
pemain mempunyai Decision yang rendah).
Plays short simple passes Pemain cenderung hanya melakukan umpan-umpan
sederhana (umpan yang minim resiko terebut
musuh).
Ini PPM bagus bagi seorang DMC/MCd atau
gelandang bertahan karena ia akan cenderung
mengumpan bola kepada rekannya yang lebih kreatif
sehingga membuat serangan tim akan lebih efektif.
Tries killer balls often Pemain cenderung untuk mencoba umpan-umpan
berbahaya, dengan harapan membuat peluang gol.
PPM ini adalah keharusan bagi seorang playmaker yang
baik. Akan lebih berbahaya lagi jika sang pemain
mempunyai atribut passing dan kreativitas tinggi.
Buruk bagi seorang pemain bertahan, apalagi yang
mempunyai passing rendah. Jika ada pemain bertahan
anda yang mempunyai PPM ini, sebaiknya minta dia
untuk mengubah/menghapus kebiasaan ini.
Shoot Long/From Distance Pemain cenderung untuk melakukan tembakan jarak
jauh.
Bagus hanya jika pemain mempunyai Long Shots dan
Finishing yang cukup tinggi.
Tries killer balls often Pemain cenderung untuk mencoba umpan-umpan
berbahaya, dengan harapan membuat peluang gol.
PPM ini adalah keharusan bagi seorang playmaker yang
baik. Akan lebih berbahaya lagi jika sang pemain
mempunyai atribut passing dan kreativitas tinggi.
Buruk bagi seorang pemain bertahan, apalagi yang
mempunyai passing rendah. Jika ada pemain bertahan
anda yang mempunyai PPM ini, sebaiknya minta dia
untuk mengubah/menghapus kebiasaan ini.
Shoot Long/From Distance Pemain cenderung untuk melakukan tembakan jarak
jauh.
Bagus hanya jika pemain mempunyai Long Shots dan
Finishing yang cukup tinggi.
Shoot With Power Pemain cenderung untuk menembak dengan sepenuh
tenaga.
Ini PPM yang cukup baik bagi seorang penyerang
yang mempunyai Finishing tinggi. Tetapi terkadang bisa
menurunkan tingkat keakurasian tembakan.
Places Shots Pemain cenderung untuk menembak dengan akurat.
Ini PPM yang sangat bagus bagi seorang penyerang,
karena akan meningkatkan tingkat akurasi tembakannya.
Curls Ball Pemain cenderung untuk melengkungkan tendangannnya,
baik saat mengumpan maupun saat menembak.
Ini bagus bagi penyerang karena tembakan yang melengkung
terbukti sulit untuk dapat ditangkap seorang kiper.
Likes To Round Keeper Saat berhadapan dengan kiper, pemain cenderung untuk
mencoba melewatinya dahulu sebelum menembak.
Ini PPM yang membuat seorang penyerang lebih efektif saat
berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.
Likes To Try To Break Offside Trap Pemain cenderung untuk mencoba melewati perangkap
offside dengan berlari ke depan pada saat yang tepat.
Bagus bagi seorang penyerang yang mempunyai kecepatan
diatas rata-rata. Buruk bagi pemain yang lambat, karena
kebiasaanya hanya akan menghambat tim saat menyerang.
Argues With Official Pemain cenderung untuk selalu protes dengan wasit.
Ini PPM yang negatif, tak ada faktor positif disini selain hanya
membuat sang pemain sering mendapat kartu.
Like To Lob Keeper Pemain cenderung untuk melob bola melewati jangkauan
kiper lawan saat berhadapan.
PPM yang akan menambah keefektifan pemain saat
berhadapan dengan kiper lawan.
Plays No Through Ball Pemain cenderung untuk tidak melakukan umpan terobosan.
PPM ini bagus bagi pemain bertahan karena akan mengurangi blunder.
Dwells On Ball Pemain cenderung untuk lebih lama menahan bola.
Cukup berguna bagi DMC yang kuat dan bagus yang
diinstruksikan untuk Hold Up Ball, karena akan membuat ia
dapat melihat posisi rekan-rekannya sehingga otomatis
menambah pilihan siapa yang akan diumpan.
Buruk bagi tim yang ingin menyerang dengan cepat dan
berbahaya saat menghadapi pressing lawan yang jauh
lebih kuat, tim akan sering kehilangan bola melalui dia.
karena press
Arrives Late In Opposition Area Pemain cenderung untuk maju masuk ke kotak penalti
lawan pada saat yang tak terduga. Ini versi yang lebih ringan
dari 'Gets Forward Whenever Possible'.
Kedatangannya yang tak terduga akan berbahaya sekali bagi
musuh karena sulit untuk mengawal pemain yang masuk
tiba-tiba. (apalagi jika pemain merupakan pemain bertahan.)
Namun ini juga berbahaya bagi tim karena ia akan
membuat lubang pada pertahanannya sendiri saat ia
maju (untuk pemain bertahan).
Tries To Play Way Out Of Trouble Pemain cenderung untuk lebih berhati-hati saat menghadapi
pemain lawan, berusaha jangan sampai membuat
pelanggaran atau blunder.
Ini PPM yang bagus bagi pemain bertahan, membuat pemain
lebih bisa diandalkan saat bertahan.
Stays Back At All Times Pemain cenderung untuk tidak ikut maju menyerang.
Ini bagus bagi pemain bertahan, paling tidak manager bisa
tenang melihat masih ada satu/dua pemainnya yang
bertahan kalau-kalau ada serangan balik dari lawan.
Dives Into Tackles Pemain cenderung melakukan tekel terhadap lawan.
(+) Pemain akan lebih efektif saat mengawal pemain lawan.
(-) Terkadang ini bisa membahayakan tim, hukuman kartu
pun menjadi langganan si pemain.
TIPS: Berikan instruksi Tackling Easy-Normal pada pemain
yang mempunyai PPM ini.
Doesn't Dives Into Tackles Kebalikan dari PPM diatas. Pemain cenderung untuk tidak
melakukan tekel terhadap lawan.
(+) Bahaya hukuman kartu berkurang.
(-) Pemain tidak melakukan tekel saat itu memang
diperlukan.
Hits Freekicks With Power Pemain cenderung untuk melakukan tendangan keras saat
mengeksekusi tendangan bebas.
Cukup berguna jika pemain memang mempunyai Longshot
dan Freekick yang tinggi. Sebaliknya hanya akan mengurangi
efektivitas tendangan bebas.
Pemain muda adalah salah satu investasi anda yang paling berharga. Anda perlu mengetahui bagaimana cara memperlakukan mereka agar mereka dapat mencapai potensi mereka secara maksimal.
Dalam Sepak Bola setidaknya ada tiga hal yang harus anda lakukan untuk memaksimalkan perkembangan pemain muda anda:
1. Turunkan pemain muda yang anda percaya bakal menjadi bintang setidaknya 10 pertandingan tim senior dalam satu musim. Jika anda menganggap ini terlalu riskan, anda dapat menurunkan mereka dalam pertandingan 'ringan' saat tim anda tampil di Piala FA atau Piala Liga dan sebagai pemain pengganti dalam pertandingan liga.
2. Berikan training yang sesuai. Jika anda mengalami kesulitan membuat schedule training yang baik,
3. Memintanya untuk berinteraksi sambil belajar dari pemain senior. Ada 3 opsi disini, berikut ini penjelasannya:
3 Opsi Interaksi Antar Pemain
Ideal Role Model Ini bagus dilakukan jika anda ingin pemain muda anda mentransfer karakter dan PPM (Player Prefered Moves) dari pemain senior (guru) yang anda pilih. Harap diingat bahwa influence, determinasi dan work rate sang 'guru' tersebut harus lebih tinggi dari pemain muda.
Approach to the game Ini dilakukan jika pemain muda anda mempunyai determinasi atau karakter yang lemah/buruk. Pilih pemain senior yang mempunyai determinasi tinggi dan karakter yang bagus (misalnya profesional, model profesional) untuk menjadi guru.
Can Learn From Ini dilakukan jika anda ingin pemain muda anda hanya mempelajari PPM pemain senior yang anda pilih.
Dalam Sepak Bola setidaknya ada tiga hal yang harus anda lakukan untuk memaksimalkan perkembangan pemain muda anda:
1. Turunkan pemain muda yang anda percaya bakal menjadi bintang setidaknya 10 pertandingan tim senior dalam satu musim. Jika anda menganggap ini terlalu riskan, anda dapat menurunkan mereka dalam pertandingan 'ringan' saat tim anda tampil di Piala FA atau Piala Liga dan sebagai pemain pengganti dalam pertandingan liga.
2. Berikan training yang sesuai. Jika anda mengalami kesulitan membuat schedule training yang baik,
3. Memintanya untuk berinteraksi sambil belajar dari pemain senior. Ada 3 opsi disini, berikut ini penjelasannya:
3 Opsi Interaksi Antar Pemain
Ideal Role Model Ini bagus dilakukan jika anda ingin pemain muda anda mentransfer karakter dan PPM (Player Prefered Moves) dari pemain senior (guru) yang anda pilih. Harap diingat bahwa influence, determinasi dan work rate sang 'guru' tersebut harus lebih tinggi dari pemain muda.
Approach to the game Ini dilakukan jika pemain muda anda mempunyai determinasi atau karakter yang lemah/buruk. Pilih pemain senior yang mempunyai determinasi tinggi dan karakter yang bagus (misalnya profesional, model profesional) untuk menjadi guru.
Can Learn From Ini dilakukan jika anda ingin pemain muda anda hanya mempelajari PPM pemain senior yang anda pilih.
Taktik Permainan sepak Bola
Dasar tim menyerang taktik
Tujuan permainan adalah untuk mencetak gol, tetapi variabel-variabel tertentu seperti scoreline dapat mempengaruhi tim tertentu putus asa untuk mengacak-acak net. Gaya tim berikut mewakili beberapa metode yang digunakan untuk mengontrol permainan dan memicu serangan:
Kepemilikan sepak
Selama bertahun-tahun, aturan emas untuk pelatih di mana-mana adalah 'pass dan bergerak', dan ajaran ini masih diabadikan dalam kepemilikan sepak bola. Cukup sederhana, tim mencoba berpegang pada bola selama mungkin, pada setiap waktu memilih yang paling mudah mungkin lewat (karena itu banyak kali Anda melihat pembela bola melewati sepanjang garis pertahanan).
Ada logika di balik gaya yang tampaknya remeh sekalipun. Dengan tetap memegang bola, frustrasi lawan diharapkan akan menarik keluar pemain tertentu dari posisi awal mereka, membuat ruang bagi pembunuh melalui-bola yang sebaliknya akan menjadi mustahil. Selain itu, dengan menjaga kepemilikan, Anda mendorong lawan untuk mengejar seluruh lapangan, yang berdampak pada stamina mereka dan selanjutnya memungkinkan Anda untuk mengontrol kecepatan pertandingan.
Counter-menyerang sepak bola
Counter-Attacking Football
Dengan 11 pemain untuk mendapatkan masa lalu, mencetak gol adalah tugas yang rumit di saat terbaik. Namun, keindahan kontra-sepak bola menyerang adalah dengan menggunakan tim lain putus asa untuk skor untuk keuntungan Anda sendiri.
Dengan menarik diri ke dalam setengah Anda sendiri, tapi tetap laki-laki atau dua jauh di lapangan, tujuannya adalah untuk mengambil bola dari lawan sementara mereka memiliki pemain berkomitmen untuk serangan dan dengan demikian keluar dari posisi. Setelah Anda memiliki bola setengah Anda sendiri, Anda memiliki lebih banyak ruang untuk mengirimkan melalui-bola untuk penyerang, yang akan bersembunyi di sekitar garis tengah dan akan memiliki lebih sedikit pemain untuk bernegosiasi.
Taktik ini, walaupun sangat berisiko dan bergantung pada membela padat, dapat memberikan hasil yang mengesankan dan sering digunakan oleh tim yang membela arahan atau lapangan sebuah formasi 4-5-1 (yang berarti satu-satunya penyerang bisa mendapatkan terisolasi di depan dari 4 pembela jika kedua belah pihak diatur dengan benar).
Long Ball
Sering digunakan untuk memutuskan 'membosankan' tim, panjang gaya permainan bola adalah rute asli satu sepak bola. Daripada menghabiskan waktu pada bola memetik berlalu, memanfaatkan celah kecil dalam menentang defensif atau memanfaatkan panggul, panjang-bola dipekerjakan sebagai metode oportunistik serangan. Dengan melakukan ping ke lapangan bola dari pertahanan atau lini tengah, harapan adalah bahwa striker kait entah akan ke penuh harapan lulus atau memanfaatkan kesalahan oleh pembela. Karena bola panjang dibahas di udara hampir sepanjang waktu, setiap tim mempekerjakan itu perlu memiliki sasaran yang kuat laki-laki.
Lebar sayap bermain dan bergantian
Wide-Play
Sejak zaman Stanley Matthews dan Jimmy 'Jinky' Johnstone, sayap selalu menjadi bagian penting dari sepak bola menyerang. Dengan menyebarkan bola lebar, Anda memungkinkan sudut serangan yang berbeda dan menawarkan sejumlah peluang bagi pemain sayap; mengambil fullback dan drag pusat dari posisi pembela, potong masuk dan mendorong maju pada sudut, atau cambuk di sebuah salib dari mendalam bagi penyerang untuk menyerang.
Pengembangan lebih lanjut di sayap-play adalah untuk alternatif sayap di sisi kiri dan kanan. Jika seorang pemain sayap yang kalah dalam pertempuran dengan fullback, beralih sayap dapat memberikan terobosan bagi tim. Ini secara efektif digunakan oleh Portugal dalam perjalanan mereka ke final Kejuaraan Eropa 2004, dengan Luis Figo dan Cristiano Ronaldo sering bertukar posisi sayap.
Dengan menggunakan set-play
Set-Dimainkan
Metode umum untuk kekurangan sisi teknis, dengan menggunakan set-play berarti pemanfaatan semua jenis tendangan bebas, lemparan-in dan sudut-tendangan. Dalam ketiadaan cepat, terampil pemain, seperti sisi akan menggunakan istirahat dalam permainan yang disediakan oleh potongan mengatur kotak berkemas dan menyerang bola itu sewaktu diantar.
Dasar taktik tim defensif
Perbedaan utama dalam taktik defensif adalah antara individu dan tanggung jawab tim, tercermin dalam naik dan fluktuasi popularitas pertahanan zonal dan manusia-ke-orang menandai.
Pertahanan zonal
Zona Menandai
Zonal pertahanan diri pada dasarnya adalah jelas. Untuk menutupi untuk tim (atau pemain) tidak adanya langkah atau teknik, setiap pemain bertahan dan pemain tengah diberikan zona tertentu di lapangan untuk menutupi ketika oposisi bola. Hal ini khususnya penting selama mengatur potongan, tetapi tidak sangat bergantung pada setiap pemain memenuhi tugas mereka dan menjaga konsentrasi mereka.
Idealnya, pihak oposisi akan menghadapi dua baris empat pemain meliputi keseluruhan setengah lapangan. Yang garis pertahanan sangat penting karena, dengan komunikasi yang tepat dan gerakan disetarakan, dapat memanfaatkan aturan offside dan mencegah semua bola panjang dan melalui-bola berhasil. Secara umum, pertahanan zonal pada dasarnya sederhana namun memungkinkan pihak untuk menangani semua jenis penyerang di tim lawan. Namun, dapat penuh dengan bahaya jika ada individu gagal untuk menutupi area lapangan.
Man-to-Man menandai
Zona Menandai
Man-to-Man Marking
Istilah ini sering dikaitkan dengan kontinental (dan khususnya Italia) sepak bola dan, sekali lagi, adalah sangat sederhana pada intinya. Sedangkan pembela dan gelandang bertanggung jawab untuk zona pertahanan zonal, man-to-man menandai berarti individu-individu tertentu yang bertanggung jawab untuk menjaga lawan tertentu. Man-to-man marking sangat efektif di samping tukang sapu yang memiliki peran bebas, yang memungkinkan dia untuk mendukung siapa pun mengalami masalah dengan lawan dan mengurangi potensi melalui bola-bola dan bermain dari atas pertahanan untuk pemain depan menjalankan ke.
Namun, man-to-man menandai memerlukan disiplin luar biasa pada bagian dari penanda, dan pengambilan keputusan baik di pihak manajer. Jika pembela lambat cocok dengan sebuah Pacey striker, hasilnya bisa jadi suram untuk sedikitnya!
Terbaru
Dasar tim menyerang taktik
Tujuan permainan adalah untuk mencetak gol, tetapi variabel-variabel tertentu seperti scoreline dapat mempengaruhi tim tertentu putus asa untuk mengacak-acak net. Gaya tim berikut mewakili beberapa metode yang digunakan untuk mengontrol permainan dan memicu serangan:
Kepemilikan sepak
Selama bertahun-tahun, aturan emas untuk pelatih di mana-mana adalah 'pass dan bergerak', dan ajaran ini masih diabadikan dalam kepemilikan sepak bola. Cukup sederhana, tim mencoba berpegang pada bola selama mungkin, pada setiap waktu memilih yang paling mudah mungkin lewat (karena itu banyak kali Anda melihat pembela bola melewati sepanjang garis pertahanan).
Ada logika di balik gaya yang tampaknya remeh sekalipun. Dengan tetap memegang bola, frustrasi lawan diharapkan akan menarik keluar pemain tertentu dari posisi awal mereka, membuat ruang bagi pembunuh melalui-bola yang sebaliknya akan menjadi mustahil. Selain itu, dengan menjaga kepemilikan, Anda mendorong lawan untuk mengejar seluruh lapangan, yang berdampak pada stamina mereka dan selanjutnya memungkinkan Anda untuk mengontrol kecepatan pertandingan.
Counter-menyerang sepak bola
Counter-Attacking Football
Dengan 11 pemain untuk mendapatkan masa lalu, mencetak gol adalah tugas yang rumit di saat terbaik. Namun, keindahan kontra-sepak bola menyerang adalah dengan menggunakan tim lain putus asa untuk skor untuk keuntungan Anda sendiri.
Dengan menarik diri ke dalam setengah Anda sendiri, tapi tetap laki-laki atau dua jauh di lapangan, tujuannya adalah untuk mengambil bola dari lawan sementara mereka memiliki pemain berkomitmen untuk serangan dan dengan demikian keluar dari posisi. Setelah Anda memiliki bola setengah Anda sendiri, Anda memiliki lebih banyak ruang untuk mengirimkan melalui-bola untuk penyerang, yang akan bersembunyi di sekitar garis tengah dan akan memiliki lebih sedikit pemain untuk bernegosiasi.
Taktik ini, walaupun sangat berisiko dan bergantung pada membela padat, dapat memberikan hasil yang mengesankan dan sering digunakan oleh tim yang membela arahan atau lapangan sebuah formasi 4-5-1 (yang berarti satu-satunya penyerang bisa mendapatkan terisolasi di depan dari 4 pembela jika kedua belah pihak diatur dengan benar).
Long Ball
Sering digunakan untuk memutuskan 'membosankan' tim, panjang gaya permainan bola adalah rute asli satu sepak bola. Daripada menghabiskan waktu pada bola memetik berlalu, memanfaatkan celah kecil dalam menentang defensif atau memanfaatkan panggul, panjang-bola dipekerjakan sebagai metode oportunistik serangan. Dengan melakukan ping ke lapangan bola dari pertahanan atau lini tengah, harapan adalah bahwa striker kait entah akan ke penuh harapan lulus atau memanfaatkan kesalahan oleh pembela. Karena bola panjang dibahas di udara hampir sepanjang waktu, setiap tim mempekerjakan itu perlu memiliki sasaran yang kuat laki-laki.
Lebar sayap bermain dan bergantian
Wide-Play
Sejak zaman Stanley Matthews dan Jimmy 'Jinky' Johnstone, sayap selalu menjadi bagian penting dari sepak bola menyerang. Dengan menyebarkan bola lebar, Anda memungkinkan sudut serangan yang berbeda dan menawarkan sejumlah peluang bagi pemain sayap; mengambil fullback dan drag pusat dari posisi pembela, potong masuk dan mendorong maju pada sudut, atau cambuk di sebuah salib dari mendalam bagi penyerang untuk menyerang.
Pengembangan lebih lanjut di sayap-play adalah untuk alternatif sayap di sisi kiri dan kanan. Jika seorang pemain sayap yang kalah dalam pertempuran dengan fullback, beralih sayap dapat memberikan terobosan bagi tim. Ini secara efektif digunakan oleh Portugal dalam perjalanan mereka ke final Kejuaraan Eropa 2004, dengan Luis Figo dan Cristiano Ronaldo sering bertukar posisi sayap.
Dengan menggunakan set-play
Set-Dimainkan
Metode umum untuk kekurangan sisi teknis, dengan menggunakan set-play berarti pemanfaatan semua jenis tendangan bebas, lemparan-in dan sudut-tendangan. Dalam ketiadaan cepat, terampil pemain, seperti sisi akan menggunakan istirahat dalam permainan yang disediakan oleh potongan mengatur kotak berkemas dan menyerang bola itu sewaktu diantar.
Dasar taktik tim defensif
Perbedaan utama dalam taktik defensif adalah antara individu dan tanggung jawab tim, tercermin dalam naik dan fluktuasi popularitas pertahanan zonal dan manusia-ke-orang menandai.
Pertahanan zonal
Zona Menandai
Zonal pertahanan diri pada dasarnya adalah jelas. Untuk menutupi untuk tim (atau pemain) tidak adanya langkah atau teknik, setiap pemain bertahan dan pemain tengah diberikan zona tertentu di lapangan untuk menutupi ketika oposisi bola. Hal ini khususnya penting selama mengatur potongan, tetapi tidak sangat bergantung pada setiap pemain memenuhi tugas mereka dan menjaga konsentrasi mereka.
Idealnya, pihak oposisi akan menghadapi dua baris empat pemain meliputi keseluruhan setengah lapangan. Yang garis pertahanan sangat penting karena, dengan komunikasi yang tepat dan gerakan disetarakan, dapat memanfaatkan aturan offside dan mencegah semua bola panjang dan melalui-bola berhasil. Secara umum, pertahanan zonal pada dasarnya sederhana namun memungkinkan pihak untuk menangani semua jenis penyerang di tim lawan. Namun, dapat penuh dengan bahaya jika ada individu gagal untuk menutupi area lapangan.
Man-to-Man menandai
Zona Menandai
Man-to-Man Marking
Istilah ini sering dikaitkan dengan kontinental (dan khususnya Italia) sepak bola dan, sekali lagi, adalah sangat sederhana pada intinya. Sedangkan pembela dan gelandang bertanggung jawab untuk zona pertahanan zonal, man-to-man menandai berarti individu-individu tertentu yang bertanggung jawab untuk menjaga lawan tertentu. Man-to-man marking sangat efektif di samping tukang sapu yang memiliki peran bebas, yang memungkinkan dia untuk mendukung siapa pun mengalami masalah dengan lawan dan mengurangi potensi melalui bola-bola dan bermain dari atas pertahanan untuk pemain depan menjalankan ke.
Namun, man-to-man menandai memerlukan disiplin luar biasa pada bagian dari penanda, dan pengambilan keputusan baik di pihak manajer. Jika pembela lambat cocok dengan sebuah Pacey striker, hasilnya bisa jadi suram untuk sedikitnya!
Terbaru
Langganan:
Postingan (Atom)
Pengikut
Mengenai Saya
- festival sepak bola seri jakarta
- saya dulu kuliah di Penutradaraan film (IKJ), administrasi negara. lepas kuliah kerja jadi asisten sutradara, unit manager, manager produksi, sutradara sinetron misteri.Buat SSB FC Faste Academy, Medco, Suratin, Divisi 3 PS Kepulauan Seribu Pengda PSSI DKI Jaya.